Emas Turun, Harga Minyak Jadi Sorotan

🏠 Beranda › Berita › emas Turun, Harga Minyak Jadi Sorotan
Gold
Harga emas kembali turun pada perdagangan Selasa (3/11) setelah sempat mengalami kenaikan sekitar 2% pada sesi di awal. Spot gold turun 1,1% ke US$3.904,69 per ounce, sementara kontrak berjangka emas Desember melemah 1,4% ke US$3.914,70.
Tekanan kepada emas muncul ketika harga minyak kembali naik lebih dari US$1. Pernyataan pejabat Iran bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang masih jauh, ditambah serangan AS terhadap Pulau Qeshm, meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.
Kenaikan harga energi merupakan perhatian karena dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Peringkat kini memperkirakan sekitar 75% peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Desember, sehingga meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor juga bersiap menghadapi pemilu paruh waktu AS yang berlangsung pada Selasa. Hasil pemilu dapat memengaruhi kebijakan ekonomi dan sektor teknologi, sementara perubahan regulasi kepada investasi AI berpotensi ikut memengaruhi suasana pasar terhadap komoditi berisiko.
Di sisi lain, World Gold Council memangkas proyeksi pertumbuhan investasi emas tahun ini merupakan 200 ton dari 400 ton di awal, mencerminkan melemahnya permintaan kepada emas batangan dan koin. Namun, lembaga tersebut justru menaikkan estimasi pembelian emas oleh bank sentral.
Tinjauan Newsmaker: emas di tengah menghadapi tekanan dari kombinasi harga minyak yang kembali naik, risiko inflasi, dan ekspektasi suku bunga The Fed. Selama bursa masih memperkirakan pengetatan kebijakan pada Desember, ruang rebound emas berpotensi terbatas. Perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemilu AS dan data tenaga kerja yang akan merupakan penentu arah kebijakan The Fed. (arl)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
