Perak Anjlok Lebih dari 3%, Tekanan Jual Kembali Menguat

🏠 Beranda › Berita › Perak Anjlok Lebih dari 3%, Tekanan Jual…
Silver
Harga perak (XAG/USD) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (3/11). Harga perak turun 3,39% merupakan US$48,77 per troy ounce, dari level US$50,48 pada perdagangan sejak awal.
Penurunan tersebut membuat silver kembali berada di bawah level US$50 per ounce. Pelemahan ini menjelaskan tekanan jual masih cukup kuat setelah logam mulia tersebut di awal mengalami penurunan tajam.
Secara tahunan, kinerja silver juga masih berada dalam tekanan. Harga perak telah turun sekitar 31,39% sejak awal 2026, mencerminkan koreksi yang cukup dalam dibandingkan level pada awal tahun.
Pelemahan silver terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi market logam mulia. Investor terus mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan pasar dunia yang dapat memengaruhi permintaan kepada komoditas berbasis komoditas.
Penurunan silver juga merupakan perhatian karena logam ini memiliki karakter ganda sebagai komoditi investasi sekaligus komoditas industri. Perubahan psikologi pasar kepada ekonomi internasional dapat memengaruhi permintaan silver dari kedua sisi tersebut.
Dengan penurunan 3,39% dalam sehari dan koreksi 31,39% sejak awal tahun, silver masih menghadapi tekanan yang signifikan. Ayunan dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, serta perkembangan ekonomi internasional merupakan faktor yang perlu diperhatikan bursa untuk melihat arah silver berikutnya. (arl)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
