Emas Fluktuatif, Pemilu AS dan Minyak Jadi Sorotan

🏠 Beranda › Berita › emas Fluktuatif, Pemilu AS dan Minyak Ja…
Gold
Harga emas bergerak volatil pada perdagangan Selasa (3/11) ketika investor mencermati arah harga minyak dan menunggu hasil pemilu paruh waktu AS. Spot gold turun 0,2% ke US$3.937,27 per ounce, sementara kontrak berjangka emas turun 0,6% ke US$3.946,35.
Harga minyak yang sejak awal naik akibat laporan serangan AS kepada Pulau Qeshm kembali berbalik turun. Gerakan tersebut dipengaruhi perkembangan diplomasi AS-Iran serta pernyataan Donald Trump yang memberi sinyal bahwa serangan lanjutan terhadap Iran belum tentu dilakukan setelah pemilu.
Konflik AS-Iran sejak lama telah mendorong harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut merupakan tantangan bagi emas karena inflasi yang tinggi dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Sementara itu, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas.
Emas juga masih membawa tekanan dari koreksi tajam sepanjang Oktober
Emas juga masih membawa tekanan dari koreksi tajam sepanjang Oktober. Harga emas turun 6,8% pada Oktober, bahkan sempat menembus level US$4.000 dan mencapai titik terendah dalam setahun. Aksi jual saham teknologi terkait AI turut menekan emas karena investor menjual bullion untuk menutup kerugian di komoditas lainnya.
Meski begitu, terdapat sejumlah faktor yang memberikan bantalan bagi harga emas. Indikator teknikal menjelaskan emas sempat memasuki kondisi oversold, sementara permintaan fisik juga meningkat. ANZ mencatat pembelian emas oleh rumah tangga China meningkat ketika harga mengalami penurunan.
Bursa kini menunggu hasil pemilu paruh waktu AS yang berpotensi memengaruhi suasana pasar risiko, dolar, yield Treasury, dan ekspektasi kebijakan ekonomi. Koreksi harga minyak juga tetap penting karena perubahan harga energi dapat memengaruhi kembali ekspektasi inflasi dan suku bunga.
Ulasan Newsmaker: emas masih berada dalam fase pemulihan yang rapuh
Ulasan Newsmaker: emas masih berada dalam fase pemulihan yang rapuh. Minyak turun dan kondisi oversold dapat membuka ruang rebound, tetapi risiko inflasi dan ekspektasi suku bunga yang tinggi masih merupakan penghambat. Hasil pemilu AS dan perkembangan konflik AS-Iran menjadi katalis penting untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual. (arl)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
