Wednesday, 4 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Dunia Melemah, Harapan Damai AS-Iran Kembali Menguat

Minyak Dunia Melemah, Harapan Damai AS-Iran Kembali Menguat
Minyak Dunia Melemah, Harapan Damai AS-Iran Kembali Menguat

🏠 Beranda › Berita › Minyak Dunia Melemah, Harapan Damai AS-I…

Oil

📅 2026-11-04   🕐 03:19   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026), mencatat penutupan terendah dalam hampir empat pekan setelah investor mempertimbangkan peluang penyelesaian konflik di Iran dan Ukraina. Kontrak minyak mentah Brent turun 1% atau US$1,17 merupakan US$103,60 per barel, terendah sejak 7 Oktober. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah US$0,37 ke US$96,09 per barel, terendah sejak 14 Oktober. Harapan kepada kemajuan perundingan damai menekan premi risiko geopolitik, meskipun serangkaian serangan terbaru masih menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi internasional.

Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung dengan Qatar sebagai mediator utama. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan kedua negara masih berkomitmen kepada proses mediasi dan tengah mempelajari sejumlah proposal untuk mempersempit perbedaan pandangan. Namun, seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai masih jauh dari jangkauan. Ketidakpastian meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan terbatas terhadap fasilitas rudal pertahanan udara di Pulau Qeshm, Iran. Pejabat AS menyebut operasi tersebut tidak menandakan dimulainya kembali pertempuran berskala besar, tetapi risiko eskalasi tetap membayangi peringkat.

Di sisi lain, investor juga mencermati pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan politik dan geopolitik pemerintahan Presiden Donald Trump. Analis ING menilai sinyal positif diplomasi belum cukup untuk memastikan risiko konflik telah mereda sepenuhnya. Meski demikian, kemajuan nyata dalam perundingan perdamaian dapat membuka ruang penurunan harga minyak lebih lanjut. Dengan kondisi tersebut, arah market energi dalam beberapa sesi mendatang ditaksir masih bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran, situasi konflik Ukraina, serta keamanan jalur distribusi minyak Timur Tengah.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.