🏠 Beranda › Berita › Fed's Hawkish Stance Weighs on Gold Amid…

Gold

Fed's Hawkish Stance Weighs on Gold Amid Rising Oil Prices

📅 2026-09-24   🕐 16:44   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak turun pada perdagangan Kamis (24/9) setelah tekanan jual berlanjut akibat meningkatnya ekspektasi market kepada kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Harga emas spot turun 0,6% ke level US$4.259,43 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka melemah 0,4% ke US$4.301,17 per ounce.

Tekanan kepada emas terjadi karena investor kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed. Sebagai komoditas yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat karena investor memiliki alternatif aset dengan return lebih tinggi.

Kenaikan harga minyak dunia juga merupakan perhatian peringkat setelah Brent kembali bergerak di atas US$100 per barel. Harapan kepada penyelesaian cepat konflik Amerika Serikat dan Iran mulai berkurang setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tidak akan membuka jalur pelayaran Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih berlangsung.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang kuat semakin memperkuat tekanan kepada emas. Aktivitas bisnis AS pada September tumbuh dengan laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, menjelaskan ekonomi masih memiliki daya tahan meskipun berada dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Ekspektasi kenaikan bunga The Fed juga meningkat signifikan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober kini berada di sekitar 77,5%, naik dari 55,4% dalam sepekan terakhir. Sementara peluang kenaikan tambahan pada Desember meningkat merupakan lebih dari 58%.

Newsmaker melihat, emas di tengah menghadapi tekanan dari kombinasi tiga faktor utama: dolar AS yang kuat, kenaikan yield obligasi, dan meningkatnya peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga. Namun, risiko geopolitik Timur Tengah masih merupakan faktor penahan karena ketegangan Iran–AS dapat kembali meningkatkan permintaan komoditi safe haven. Koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada arah inflasi AS dan keputusan kebijakan The Fed.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF