🏠 Beranda › Berita › emas Masih Dalam Mode Tertekan, Dolar da…
Gold
Emas Masih Dalam Mode Tertekan, Dolar dan Yield AS Jadi Beban Utama
Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak merosot pada perdagangan hari ini dan berada di kisaran $4280 per troy ounce, setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan emas dipicu oleh penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat yang membuat komoditas tanpa imbal hasil seperti emas merupakan kurang menarik. Market kembali meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat karena tekanan inflasi dan kondisi ekonomi AS yang masih solid.
Dari sisi fundamental, fokus utama investor masih tertuju pada arah kebijakan The Fed. Data ekonomi AS yang memaparkan aktivitas bisnis tetap kuat serta peringkat tenaga kerja yang masih stabil memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut mendukung penguatan dolar AS dan mendorong kenaikan yield obligasi, dua faktor yang secara historis memberikan tekanan kepada harga emas. Selain itu, kenaikan harga energi akibat ketidakpastian geopolitik juga meningkatkan risiko inflasi, sehingga pasar semakin berhati-hati terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter.
Meskipun berada dalam tekanan, emas masih mendapatkan dukungan dari permintaan safe haven akibat ketidakpastian mancanegara. Investor masih memantau perkembangan geopolitik, termasuk situasi Timur Tengah dan risiko kepada pasokan energi global. Jika ketegangan meningkat atau dolar AS mulai kehilangan momentum, emas berpotensi mendapatkan kembali minat beli sebagai komoditas lindung nilai. Namun dalam jangka pendek, koreksi emas masih sangat bergantung pada arah dolar dan perubahan ekspektasi suku bunga The Fed.
Dari sisi teknikal
Dari sisi teknikal, koreksi XAU/USD menjelaskan tekanan bearish setelah harga menembus beberapa area support penting dan bergerak di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek. Momentum penurunan masih terlihat selama emas belum mampu kembali naik melewati area resistance terdekat. Di tengah peringkat akan memperhatikan kemampuan emas bertahan di area support sekitar US$4.200–US$4.250, karena kegagalan mempertahankan area tersebut dapat membuka peluang koreksi lebih lanjut. Sebaliknya, jika emas mampu kembali mengalami kenaikan dan menembus area resistance, peluang rebound menuju level yang lebih tinggi masih terbuka.
Ke depan, pelaku bursa akan menunggu rilis data ekonomi AS berikutnya serta komentar pejabat The Fed untuk menentukan arah gerakan emas selanjutnya. Selama dolar AS tetap kuat dan yield Treasury berada pada level tinggi, tekanan bearish masih merupakan risiko utama bagi XAU/USD. (mrv)*
