🏠 Beranda › Berita › emas Konsolidasi di US$4.280, Pasar Tung…
Gold
Emas Konsolidasi di US$4.280, Pasar Tunggu Arah Trump-Xi dan Kebijakan The Fed
Harga emas (XAU/USD) bergerak konsolidasi di sekitar level terendah dalam sepekan pada perdagangan Kamis (24/9) setelah menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. XAU/USD berada di sekitar US$4.280 per troy ounce, dengan investor memilih menahan posisi menjelang pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi suasana pasar pasar mancanegara.
Pelaku pasar mencermati hasil pertemuan Trump-Xi terkait sejumlah isu utama seperti perdagangan, pembatasan teknologi, akses mineral rare earth, serta kemungkinan perpanjangan gencatan dagang antara kedua negara. Meskipun pasar tidak memperkirakan adanya kesepakatan besar, setiap perkembangan positif maupun negatif dapat memicu volatilitas dan memberikan arah baru bagi instrumen safe haven seperti emas.
Di sisi lain, ruang penguatan emas masih terbatas akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tambahan The Fed pada Oktober mendekati 70%. Ekspektasi tersebut melonjak setelah data S&P Mancanegara Flash Composite PMI September naik ke level 58,4, menyiratkan aktivitas bisnis AS tumbuh pada laju tercepat sejak Juli 2021.
Sementara itu, ketegangan AS-Iran kembali merupakan perhatian pasar setelah Presiden Donald Trump menyatakan Iran menghadapi pilihan antara diplomasi atau tindakan lebih keras. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tidak akan menyerah, namun tetap membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Situasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan kembali meningkatkan kekhawatiran kepada tekanan inflasi.
Penguatan ekspektasi kebijakan moneter ketat The Fed juga mendorong yield Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007 serta mengangkat dolar AS ke level tertinggi hampir dua bulan. Kondisi ini merupakan tekanan bagi emas karena kenaikan yield membuat instrumen tanpa imbal hasil kurang menarik. Pasar kini akan memperhatikan apakah emas mampu bertahan di atas area support penting atau kembali menghadapi tekanan lanjutan. (asd)
