🏠 Beranda › Berita › Minyak Lanjutkan Kenaikan di Tengah Kera…
Oil
Minyak Lanjutkan Kenaikan di Tengah Keraguan Diplomasi AS-Iran
Harga minyak dunia kembali bergerak mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (24/9) setelah harapan penyelesaian cepat konflik Amerika Serikat dan Iran mulai memudar. Bursa kembali meningkatkan kekhawatiran kepada risiko gangguan pasokan energi internasional, terutama terkait kondisi Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia.
Harga Brent crude naik 1,1% ke level US$104,19 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% ke US$92,99 per barel. Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan tajam pada perdagangan sejak lama, dengan Brent mencatat kenaikan lebih dari 3% dan WTI naik hampir 2%.
Suasana pasar bursa berubah setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Sidang Umum PBB menyatakan Iran tidak akan menyerah kepada tekanan Amerika Serikat, meskipun tetap membuka peluang diplomasi. Pernyataan tersebut membuat investor kembali berhati-hati terhadap kemungkinan berlarutnya konflik.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump sejak awal memperingatkan kemungkinan tindakan keras kepada Iran apabila kesepakatan untuk mengakhiri konflik tidak tercapai. Sementara itu, pejabat Iran menyatakan masih meninjau respons Washington terhadap proposal penghentian konflik, tetapi perbedaan antara kedua pihak masih cukup besar.
Perhatian utama peringkat energi tertuju pada Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Sebelum konflik meningkat, jalur tersebut membawa sekitar seperlima dari perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) internasional. Iran menyatakan jalur tersebut belum akan dibuka kembali hingga sejumlah tuntutan mereka terpenuhi.
Newsmaker melihat, harga minyak kini kembali didorong oleh faktor geopolitik dibandingkan fundamental permintaan. Jika ketegangan Iran–AS terus meningkat atau risiko gangguan Hormuz berlanjut, harga minyak berpotensi mempertahankan tekanan bullish. Namun, kemajuan diplomasi dapat dengan cepat mengurangi premi risiko dan memberikan tekanan turun kepada harga energi.
