
🏠 Beranda › Berita › minyak Turun Tiga Hari, Tapi Risiko Timu…
Minyak Turun Tiga Hari, Tapi Risiko Timur Tengah Belum Hilang
Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (18/9), melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut setelah kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi mulai mereda. Harga Brent turun ke level US$103,85 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah ke US$101,25 per barel. Meski terkoreksi, harga minyak masih bertahan di atas US$100 karena peringkat tetap mewaspadai perkembangan konflik Timur Tengah.
Tekanan kepada harga minyak terjadi setelah peringkat melihat adanya peluang pemulihan pasokan dari Arab Saudi. Sejak lama, harga minyak sempat melonjak mendekati level tertinggi dalam empat bulan setelah gangguan pada jalur pipa East-West menyebabkan kekhawatiran terhadap ekspor minyak Saudi. Namun, laporan bahwa Saudi berupaya mengembalikan sekitar setengah kapasitas pipa tersebut dalam beberapa hari membantu mengurangi kekhawatiran pasokan.
Selain pemulihan infrastruktur energi, Arab Saudi juga dilaporkan menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada pembeli Asia melalui jalur transfer kapal di sekitar Oman. Langkah tersebut memberikan sinyal bahwa market energi masih memiliki alternatif pasokan meskipun risiko gangguan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, konflik Timur Tengah tetap merupakan faktor utama yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melakukan serangan lintas perbatasan, memperluas risiko konflik di kawasan. Ketegangan juga meningkat setelah Iran mengklaim sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo mengalami insiden di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Gerakan minyak sepanjang pekan ini masih sangat volatil. Harga sempat mengalami lonjakan akibat kekhawatiran kepada gangguan pasokan, sebelum kembali terkoreksi setelah market melihat adanya peluang normalisasi aliran minyak Saudi. Namun, investor masih menunggu bukti nyata bahwa distribusi energi benar-benar kembali stabil, terutama terkait kondisi jalur pipa dan lalu lintas kapal di kawasan strategis.
Analisa Newsmaker: Penurunan harga minyak sekarang lebih mencerminkan berkurangnya tekanan pasokan jangka pendek dibandingkan hilangnya risiko geopolitik. Selama konflik Timur Tengah masih berlangsung dan jalur energi seperti Selat Hormuz tetap berada dalam risiko, harga minyak masih berpotensi mengalami koreksi besar. Peringkat akan terus mencermati perkembangan diplomasi Iran, pemulihan fasilitas minyak Saudi, serta stabilitas distribusi energi dunia. (asd)
