Minyak Tertekan Harapan Pasokan, Tapi Selat Hormuz Membayangi

🏠 Beranda Berita Minyak Tertekan Harapan Pasokan, Tapi Se…

Minyak Tertekan Harapan Pasokan, Tapi Selat Hormuz Membayangi

📅 2026-09-22   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak kembali turun pada perdagangan Jumat (18/9), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut setelah market melihat peluang pemulihan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Harga Brent terbaru turun sekitar 2,5% ke level US$102,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,3% merupakan US$99,55 per barel. Pelemahan terjadi karena harapan kembalinya aliran minyak Saudi mampu mengimbangi kekhawatiran kepada konflik yang semakin meluas di kawasan.

Tekanan kepada harga minyak muncul setelah investor mulai fokus pada upaya Arab Saudi memulihkan jalur pipa East-West yang mengalami kerusakan akibat serangan drone pekan lalu. Saudi dilaporkan menargetkan sekitar setengah kapasitas pipa tersebut dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari, lebih cepat dibandingkan perkiraan awal yang menyebut proses pemulihan dapat berlangsung lebih lama.

Selain pemulihan pipa, Arab Saudi juga menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada pembeli Asia melalui jalur transfer kapal di sekitar Pelabuhan Sohar, Oman. Langkah tersebut memberikan alternatif ekspor dan membantu mengurangi kekhawatiran peringkat kepada hilangnya pasokan akibat gangguan infrastruktur energi.

Namun, risiko geopolitik masih merupakan faktor utama yang membatasi penurunan harga minyak. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat, sementara perluasan pengaruh Houthi di wilayah barat Yaman meningkatkan perhatian kepada keamanan jalur Bab el-Mandeb, salah satu rute penting perdagangan energi internasional selain Selat Hormuz.

Ketidakpastian juga meningkat setelah Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menuturkan dirinya sedang mendekati keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan aksi militer kepada Iran. Upaya diplomasi juga terus berjalan, termasuk keterlibatan China yang mendorong Washington dan Teheran untuk menahan eskalasi serta membuka kembali jalur pelayaran Hormuz.

Tinjauan Newsmaker: Penurunan harga minyak sekarang lebih dipengaruhi oleh optimisme kepada pemulihan pasokan dibandingkan berakhirnya risiko konflik. Bursa masih menunggu bukti nyata bahwa distribusi minyak Saudi kembali normal dan keamanan jalur energi utama dapat terjaga. Selama konflik Timur Tengah masih berlangsung, terutama di sekitar Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, harga minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan cepat. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF