
🏠 Beranda › Berita › Gold Pulih, Tekanan Belum Usai?!
Gold Pulih, Tekanan Belum Usai?!
- Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi,
- hawkish The Fed mendorong indeks dolar menuju level tertinggi dalam tujuh pekan
- mulia lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sedangkan kenaikan yield
- Pemulihan jalur pasokan Arab Saudi mengurangi kekhawatiran inflasi energi yang
- dan perkembangan geopolitik
emas kembali melonjak pada perdagangan Kamis (17/9) setelah sempat menyentuh
level terendah dalam enam pekan. Emas spot naik sekitar 0,8% ke kisaran
US$4.295 per troy ounce ketika investor mulai melakukan pembelian pada harga
rendah setelah tekanan jual tajam pasca-FOMC.
Sebelumnya,
Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin merupakan 3,75%–4,00%.
Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi,
Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi,
sementara mayoritas pejabat membuka peluang kenaikan bunga tambahan sebelum
akhir 2026.
hawkish The Fed mendorong indeks dolar menuju level tertinggi dalam tujuh pekan
hawkish The Fed mendorong indeks dolar menuju level tertinggi dalam tujuh pekan
dan mengangkat yield Treasury AS tenor dua tahun hingga sekitar 4,72%. Kondisi
tersebut masih merupakan hambatan bagi emas karena penguatan dolar membuat logam
mulia lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sedangkan kenaikan yield
mulia lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sedangkan kenaikan yield
meningkatkan daya tarik komoditas berbunga. Reuters
demikian, meredanya kenaikan harga minyak memberikan dukungan kepada emas.
Pemulihan jalur pasokan Arab Saudi mengurangi kekhawatiran inflasi energi yang
Pemulihan jalur pasokan Arab Saudi mengurangi kekhawatiran inflasi energi yang
lebih tinggi. Di sisi lain, konflik AS–Iran dan ketegangan di Timur Tengah
tetap menjaga permintaan kepada emas sebagai komoditas aman.
Secara fundamental, rebound emas masih
menghadapi ujian selama dolar dan yield Treasury bertahan tinggi. Ayunan
berikutnya akan dipengaruhi ekspektasi kenaikan bunga The Fed, data inflasi AS,
dan perkembangan geopolitik
dan perkembangan geopolitik. Jika tekanan dolar mereda, emas berpeluang
melanjutkan pemulihan, tetapi sinyal pengetatan lanjutan dapat kembali
membatasi kenaikannya.
