
🏠 Beranda › Berita › Gold Turun, Dolar Menguat Usai Komentar …
Gold Turun, Dolar Menguat Usai Komentar Goolsbee
Harga emas bergerak merosot pada perdagangan Senin, 21 September 2026, setelah investor kembali mencermati arah kebijakan Federal Reserve yang dinilai masih cenderung ketat. Emas spot turun ke area US$4.360-an per ons setelah sejak lama mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Namun, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi merupakan tekanan utama bagi logam mulia.
Tekanan kepada emas meningkat setelah Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee memberikan sinyal bahwa perjuangan The Fed melawan inflasi masih belum selesai. Goolsbee menolak gagasan bahwa bank sentral harus memangkas suku bunga hanya untuk membantu pemerintah membiayai utang, dan menegaskan bahwa keputusan moneter tetap harus berdasarkan kondisi ekonomi serta perkembangan inflasi.
Komentar tersebut memperkuat ekspektasi market bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Kenaikan yield Treasury membuat komoditas tanpa imbal hasil seperti emas merupakan kurang menarik, sementara dolar AS mendapatkan dukungan karena investor kembali mencari aset berbasis mata uang Amerika. Kondisi ini membuat tekanan jual kepada emas meningkat meskipun risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.
Selain faktor The Fed
Selain faktor The Fed, meredanya sebagian kekhawatiran geopolitik juga mengurangi permintaan kepada komoditas safe haven. Harapan adanya dialog antara Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak membuat sebagian investor mulai mengurangi posisi defensif. Ke depan, arah emas akan sangat bergantung pada data ekonomi AS berikutnya, terutama inflasi, tenaga kerja, serta apakah market mulai kembali memperkirakan perubahan kebijakan The Fed.(CP)
