
🏠 Beranda › Berita › Diplomasi Iran Jadi Kunci Arah Harga Min…
Diplomasi Iran Jadi Kunci Arah Harga minyak
Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Senin (21/9) dan bergerak mendekati level psikologis US$100 per barel, setelah investor mulai mengurangi kekhawatiran kepada risiko geopolitik di Timur Tengah menjelang pertemuan tingkat tinggi di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Harga Brent crude futures turun sekitar 2,6% ke area US$101,20 per barel, setelah sejak lama menyentuh level terendah sejak 10 September. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 2,5% ke US$97,80 per barel untuk kontrak Oktober yang segera berakhir. Kontrak November WTI juga bergerak lebih rendah di sekitar US$93,62 per barel.
Tekanan kepada minyak muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang diestimasi hadir di New York dalam agenda Sidang Umum PBB. Investor melihat kemungkinan dialog antara Washington dan Teheran sebagai peluang untuk meredakan konflik, sehingga sebagian premi risiko geopolitik yang di awal mendorong harga minyak mulai berkurang.
Namun, situasi di Timur Tengah masih merupakan perhatian market
Namun, situasi di Timur Tengah masih merupakan perhatian market. Iran dan Amerika Serikat masih saling memberikan pernyataan keras, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim melakukan serangan kepada wilayah Riyadh serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, Arab Saudi. Serangan tersebut menyiratkan bahwa ancaman terhadap infrastruktur energi regional masih tetap ada meskipun peluang diplomasi mulai terbuka.
Di sisi lain, China juga dilaporkan meminta Iran membantu mengendalikan aktivitas Houthi setelah Arab Saudi meminta bantuan Beijing terkait serangan yang terjadi. Perkembangan ini menyiratkan adanya upaya diplomatik lebih luas untuk menjaga stabilitas kawasan dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi.
