
🏠 Beranda › Berita › emas Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga …
Gold
Emas Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
- masih berhati-hati setelah tekanan besar yang
- inflasi tidak memaparkan kemajuan yang cukup
- minyak akibat meningkatnya kembali ketegangan AS–Iran,
- Selat Hormuz masih berubah jadi perhatian.
- bagi inflasi dan kemungkinan kenaikan suku
- Harga masih didukung oleh ketidakpastian geopolitik
- investor kini beralih ke rangkaian data
emas bergerak turun pada perdagangan Selasa (1/9), masih berada dekat level
terendah hampir dua pekan. Spot gold turun sekitar 0,4% ke US$4.428,86 per troy
ons, sementara kontrak emas AS melonjak tipis 0,1% ke sekitar US$4.485,30. Pasar
masih berhati-hati setelah tekanan besar yang
masih berhati-hati setelah tekanan besar yang muncul menyusul komentar hawkish
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.
di awal memberi sinyal bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga jika
inflasi tidak memaparkan kemajuan yang cukup
inflasi tidak memaparkan kemajuan yang cukup menuju target 2%. Pernyataan
tersebut membuat pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga September
jatuh ke sekitar 66%, sehingga yield Treasury AS ikut naik dan menambah tekanan
bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Treasury AS tenor 10 tahun bergerak ke sekitar 4,78%, mendekati level tertinggi
dalam sekitar 20 bulan. Kenaikan yield terjadi bersamaan dengan lonjakan harga
minyak akibat meningkatnya kembali ketegangan AS–Iran,
minyak akibat meningkatnya kembali ketegangan AS–Iran, yang memperbesar
kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dari sektor energi dapat bertahan lebih
telah bergerak di atas US$91 per barel, sementara gangguan lalu lintas melalui
Selat Hormuz masih berubah jadi perhatian.
Selat Hormuz masih berubah jadi perhatian. Data Kpler menyiratkan hanya lima kapal
komoditas terpantau melewati Hormuz pada Senin, jauh di bawah rata-rata 10 hari
sekitar 14 kapal. Kondisi tersebut mempertahankan premi risiko pada harga
Menariknya,
meningkatnya risiko geopolitik belum mampu mengangkat emas secara signifikan
sebagai instrumen safe haven. Pasar justru lebih fokus pada dampak lonjakan minyak
bagi inflasi dan kemungkinan kenaikan suku
bagi inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga. Akibatnya, manfaat dari
permintaan safe haven tertahan oleh tekanan yield yang lebih tinggi.
demikian, tekanan bagi emas juga belum berkembang merupakan aksi jual besar.
Harga masih didukung oleh ketidakpastian geopolitik
Harga masih didukung oleh ketidakpastian geopolitik serta kekhawatiran fiskal
AS yang di awal mendorong narasi debasement trade. Emas juga masih
mempertahankan sebagian besar kenaikan kuat yang menempuh sepanjang Agustus.
investor kini beralih ke rangkaian data
investor kini beralih ke rangkaian data tenaga kerja Amerika Serikat. Pasar
akan mencermati data lowongan pekerjaan, ADP Employment, dan terutama Nonfarm
Payrolls untuk memperoleh petunjuk mengenai kekuatan ekonomi serta kemungkinan
langkah The Fed berikutnya.(mrv)*
: Newsmaker.id
