Minyak Naik Lagi, Risiko Hormuz Membesar

🏠 Beranda Berita minyak Naik Lagi, Risiko Hormuz Membesar

Oil

Minyak Naik Lagi, Risiko Hormuz Membesar

📅 2026-09-01   🕐 10:11   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak melanjutkan

penguatan untuk sesi kedua pada perdagangan Selasa (1/9/2026), setelah

meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu

kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi yang

kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi yang berkepanjangan melalui Selat

Minyak Brent kontrak November

naik sekitar 0,7% ke US$91,11 per barel, sementara West Texas Intermediate

(WTI) kontrak Oktober naik sekitar 1%

(WTI) kontrak Oktober naik sekitar 1% ke US$86,58 per barel. WTI di awal

melonjak 2,8% pada perdagangan Senin, mencatat kenaikan harian terbesar dalam

sekitar tiga pekan.

Penguatan minyak terjadi setelah

pasukan AS menyerang sebuah pulau di kawasan Selat Hormuz dan Iran membalas

dengan serangan bagi Uni Emirat Arab dan Yordania. Pertukaran serangan

tersebut merupakan bentrokan langsung pertama antara

tersebut merupakan bentrokan langsung pertama antara kedua negara dalam sekitar

satu bulan dan kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang

berubah jadi siklus eskalasi yang lebih panjang.

Iran juga menargetkan pangkalan

militer AS di Yordania, meskipun media setempat melaporkan rudal berhasil

dicegat sebelum menimbulkan kerusakan. Presiden AS Donald Trump kemudian

menyatakan Washington akan merespons setiap serangan

menyatakan Washington akan merespons setiap serangan bagi pasukan Amerika,

sehingga memperbesar kekhawatiran market kepada potensi aksi balasan lanjutan.

Kepala strategi komoditas mancanegara

TD Securities Bart Melek menilai ketidakpastian

TD Securities Bart Melek menilai ketidakpastian mengenai arah konflik Iran

membuat pelaku peringkat mengurangi posisi bersih pada minyak mentah. Namun, ia

memperkirakan harga minyak masih memiliki peluang naik karena belum ada

tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui

tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui Selat Hormuz akan kembali dalam

waktu dekat.

Meski ekspor minyak masih

berlangsung melalui Hormuz, sebagian kapal tanker

berlangsung melalui Hormuz, sebagian kapal tanker dilaporkan mematikan

transponder untuk menghindari deteksi. Produsen Teluk seperti Uni Emirat Arab,

Arab Saudi, Kuwait, dan Irak masih mampu menyalurkan sebagian ekspor, tetapi risiko

bagi kapal yang melintasi jalur tersebut

bagi kapal yang melintasi jalur tersebut tetap tinggi.

Ancaman terhadap pelayaran

kembali terlihat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena tiga proyektil

tak dikenal ketika bergerak keluar dari

tak dikenal ketika bergerak keluar dari Selat Hormuz dekat Oman. Insiden

tersebut semakin menegaskan bahwa jalur pelayaran energi paling strategis di

dunia itu masih menghadapi risiko serangan.

Di sisi lain, Abu Dhabi National

Oil Co. dilaporkan telah memulihkan kilang Ruwais ke kapasitas penuh setelah

sejak lama mengalami kerusakan akibat konflik. Pemulihan salah satu kilang

terbesar dunia itu membantu meningkatkan ekspor

terbesar dunia itu membantu meningkatkan ekspor diesel dan bahan bakar jet,

meskipun pasokan produk olahan secara dunia masih relatif ketat.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF