
🏠 Beranda › Berita › minyak Naik Lagi, Risiko Hormuz Membesar
Oil
Minyak Naik Lagi, Risiko Hormuz Membesar
- kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi yang
- (WTI) kontrak Oktober naik sekitar 1%
- tersebut merupakan bentrokan langsung pertama antara
- menyatakan Washington akan merespons setiap serangan
- TD Securities Bart Melek menilai ketidakpastian
- tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui
- berlangsung melalui Hormuz, sebagian kapal tanker
- bagi kapal yang melintasi jalur tersebut
- tak dikenal ketika bergerak keluar dari
- terbesar dunia itu membantu meningkatkan ekspor
Harga minyak melanjutkan
penguatan untuk sesi kedua pada perdagangan Selasa (1/9/2026), setelah
meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu
kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi yang
kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi yang berkepanjangan melalui Selat
Minyak Brent kontrak November
naik sekitar 0,7% ke US$91,11 per barel, sementara West Texas Intermediate
(WTI) kontrak Oktober naik sekitar 1%
(WTI) kontrak Oktober naik sekitar 1% ke US$86,58 per barel. WTI di awal
melonjak 2,8% pada perdagangan Senin, mencatat kenaikan harian terbesar dalam
sekitar tiga pekan.
Penguatan minyak terjadi setelah
pasukan AS menyerang sebuah pulau di kawasan Selat Hormuz dan Iran membalas
dengan serangan bagi Uni Emirat Arab dan Yordania. Pertukaran serangan
tersebut merupakan bentrokan langsung pertama antara
tersebut merupakan bentrokan langsung pertama antara kedua negara dalam sekitar
satu bulan dan kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang
berubah jadi siklus eskalasi yang lebih panjang.
Iran juga menargetkan pangkalan
militer AS di Yordania, meskipun media setempat melaporkan rudal berhasil
dicegat sebelum menimbulkan kerusakan. Presiden AS Donald Trump kemudian
menyatakan Washington akan merespons setiap serangan
menyatakan Washington akan merespons setiap serangan bagi pasukan Amerika,
sehingga memperbesar kekhawatiran market kepada potensi aksi balasan lanjutan.
Kepala strategi komoditas mancanegara
TD Securities Bart Melek menilai ketidakpastian
TD Securities Bart Melek menilai ketidakpastian mengenai arah konflik Iran
membuat pelaku peringkat mengurangi posisi bersih pada minyak mentah. Namun, ia
memperkirakan harga minyak masih memiliki peluang naik karena belum ada
tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui
tanda-tanda bahwa lalu lintas normal melalui Selat Hormuz akan kembali dalam
waktu dekat.
Meski ekspor minyak masih
berlangsung melalui Hormuz, sebagian kapal tanker
berlangsung melalui Hormuz, sebagian kapal tanker dilaporkan mematikan
transponder untuk menghindari deteksi. Produsen Teluk seperti Uni Emirat Arab,
Arab Saudi, Kuwait, dan Irak masih mampu menyalurkan sebagian ekspor, tetapi risiko
bagi kapal yang melintasi jalur tersebut
bagi kapal yang melintasi jalur tersebut tetap tinggi.
Ancaman terhadap pelayaran
kembali terlihat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena tiga proyektil
tak dikenal ketika bergerak keluar dari
tak dikenal ketika bergerak keluar dari Selat Hormuz dekat Oman. Insiden
tersebut semakin menegaskan bahwa jalur pelayaran energi paling strategis di
dunia itu masih menghadapi risiko serangan.
Di sisi lain, Abu Dhabi National
Oil Co. dilaporkan telah memulihkan kilang Ruwais ke kapasitas penuh setelah
sejak lama mengalami kerusakan akibat konflik. Pemulihan salah satu kilang
terbesar dunia itu membantu meningkatkan ekspor
terbesar dunia itu membantu meningkatkan ekspor diesel dan bahan bakar jet,
meskipun pasokan produk olahan secara dunia masih relatif ketat.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
