Perak Melonjak, Dolar Jadi Ancaman

📅 2026-08-28
🕐
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

perak mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Kamis (27/8) dan bergerak di sekitar

US$69,50 per ons, naik sekitar 2,74%. XAG/USD kini mendekati batas atas rentang

perdagangan pekan ini, ketika investor mulai

perdagangan pekan ini, ketika investor mulai memusatkan perhatian pada pidato

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole.

Pidato

Warsh pada Jumat merupakan katalis utama

Warsh pada Jumat merupakan katalis utama karena market mencari petunjuk mengenai

bagaimana The Fed melihat tekanan inflasi yang masih persisten dan dampaknya

bagi arah suku bunga. Jika Warsh kembali menekankan komitmen membawa

inflasi menuju target 2%, ekspektasi suku

inflasi menuju target 2%, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dapat kembali

menguat.

Data

PCE terbaru memaparkan tekanan inflasi AS

PCE terbaru memaparkan tekanan inflasi AS masih berada di atas target The Fed,

meskipun belum menjelaskan akselerasi tajam. Market kini memperkirakan

sekitar 62% peluang suku bunga dipertahankan pada September, sehingga arah

kebijakan berikutnya masih sangat sensitif bagi

kebijakan berikutnya masih sangat sensitif bagi komentar pejabat Fed.

Nada

hawkish juga datang dari sejumlah pejabat The Fed. Presiden Fed Cleveland Beth

Hammack menilai tekanan inflasi masih membutuhkan

Hammack menilai tekanan inflasi masih membutuhkan tindakan, sementara Jeff

Schmid dari Kansas City Fed memperingatkan dampak kenaikan energi mulai masuk

ke perekonomian. Austan Goolsbee juga menilai risiko terbesar dalam jangka

pendek adalah inflasi yang belum sepenuhnya

pendek adalah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Komentar

hawkish berpotensi jatuh ke hambatan bagi perak karena dapat mendorong dolar AS

dan yield Treasury lebih tinggi. Sebagai

dan yield Treasury lebih tinggi. Sebagai komoditas yang tidak memberikan bunga,

silver cenderung kehilangan daya tarik ketika biaya peluang memegang logam

mulia meningkat. Namun, ketidakpastian Timur Tengah dan isu Selat Hormuz masih

memberikan dukungan bagi permintaan safe haven.

Analisis

Newsmaker: momentum silver di tengah masih bullish, tetapi area US$70 berubah jadi

resistance psikologis yang sangat penting. Jika

resistance psikologis yang sangat penting. Jika Warsh tidak sehawkish yang

dikhawatirkan peringkat, silver berpeluang menembus US$70 dan memperpanjang reli.

Sebaliknya, komentar tegas mengenai inflasi dan potensi pengetatan dapat memicu

penguatan dolar dan profit taking pada perak.(arl)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF