Deal AS–Iran Retak, Minyak Kembali Bertahan

📅 2026-08-28
🕐
📰 Sumber: newsmaker.id

Harga

minyak bertahan naik pada perdagangan Jumat (28/08) setelah optimisme

bagi kesepakatan AS–Iran untuk membuka penuh Selat Hormuz mulai memudar.

Brent kontrak November bergerak di sekitar

Brent kontrak November bergerak di sekitar US$88,46 per barel, setelah naik

1,8% pada sesi sejak lama, sementara WTI Oktober berada di sekitar US$83,39 per

barel.

Sentimen

berubah setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menuturkan kepada mediator

bahwa Washington tidak tertarik kembali pada ketentuan gencatan senjata Juni

dengan Teheran. Pernyataan tersebut mengurangi harapan

dengan Teheran. Pernyataan tersebut mengurangi harapan bahwa kesepakatan

Iran–Oman mengenai pengelolaan Hormuz dapat berkembang cepat merupakan

kesepakatan politik yang lebih luas.

Gedung

Putih juga menegaskan bahwa AS sekarang tidak melakukan negosiasi dengan Iran

dan blokade kepada pelabuhan Iran masih akan dipertahankan. Sikap tersebut

mengejutkan sebagian pelaku market yang sejak

mengejutkan sebagian pelaku market yang sejak lama mulai memperhitungkan

skenario deeskalasi dan peningkatan cepat pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Meski

kesepakatan politik belum tercapai, aliran minyak

kesepakatan politik belum tercapai, aliran minyak melalui Hormuz mulai

menjelaskan peningkatan. Pelaku bursa memperkirakan sekitar 6 juta hingga 8

juta barel minyak mentah per hari kini kembali dikirim melalui jalur tersebut,

iring-iringan produsen Teluk meningkatkan ekspor meskipun

iring-iringan produsen Teluk meningkatkan ekspor meskipun ancaman Iran kepada

pelayaran belum sepenuhnya hilang.

Minyak

masih mencatat kenaikan lebih dari 45%

masih mencatat kenaikan lebih dari 45% sepanjang tahun, tetapi berpeluang

membukukan penurunan secara mingguan setelah market sejak lama menyambut positif

pembicaraan Iran–Oman dan menilai tekanan ekonomi terbaru AS bagi Teheran

tidak sekeras yang dikhawatirkan. Upaya diplomasi

tidak sekeras yang dikhawatirkan. Upaya diplomasi tetap berlanjut, termasuk

melalui Qatar yang berusaha menciptakan kondisi untuk dimulainya kembali dialog

AS–Iran.

Ulasan Newsmaker: koreksi minyak kini

kembali ditopang oleh premi risiko geopolitik setelah peluang kesepakatan cepat

AS–Iran mengecil. Selama Washington mempertahankan blokade dan negosiasi resmi

belum dimulai, Brent berpeluang bertahan di

belum dimulai, Brent berpeluang bertahan di sekitar US$88–US$90. Namun,

kenaikan ekspor melalui Hormuz merupakan faktor penahan. Jika jalur diplomasi

kembali hidup, tekanan jual dapat muncul lagi; sebaliknya, kegagalan negosiasi

atau gangguan baru pada pelayaran berpotensi

atau gangguan baru pada pelayaran berpotensi membawa minyak kembali naik tajam

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF