Hormuz Mulai Cair, Minyak Masih Fluktuatif

📅 2026-08-28
🕐
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (27/8) setelah mencatat

penurunan selama tiga sesi berturut-turut. WTI diperdagangkan di sekitar US$82

per barel, ketika bursa menimbang peluang

per barel, ketika bursa menimbang peluang membaiknya pasokan melalui Selat

Hormuz dengan meningkatnya gangguan bagi infrastruktur energi Rusia.

Sentimen

dari Timur Tengah mulai membaik setelah

dari Timur Tengah mulai membaik setelah Iran dan Oman melanjutkan pembicaraan

mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Iran menyebut telah mencapai kesepakatan

pembagian pendapatan dengan Oman, sementara di awal kedua pihak juga

membahas koridor navigasi sementara dan proyek

membahas koridor navigasi sementara dan proyek pembersihan ranjau. Meski

demikian, Teheran menegaskan kesepakatan tersebut belum berarti Hormuz akan

langsung dibuka sepenuhnya.

Aktivitas

pelayaran juga masih jauh dari kondisi normal. Hanya sekitar lima kapal

komoditas yang terekam melewati Hormuz pada Selasa, jauh di bawah rata-rata 10

hari sekitar 15 kapal. Sebelum konflik

hari sekitar 15 kapal. Sebelum konflik Iran, sekitar seperlima aliran minyak

mentah dunia biasanya melewati jalur tersebut, sehingga peringkat masih

mempertahankan sebagian premi risiko.

Tekanan

kepada minyak juga datang dari sikap Washington yang sejauh ini belum

menerapkan sanksi sekunder agresif bagi mitra dagang Iran. Pemerintah AS

masih memberi waktu bagi negara dan

masih memberi waktu bagi negara dan perusahaan untuk menyesuaikan diri sebelum

tindakan lebih keras diterapkan. China, yang membeli sebagian besar minyak

Iran, bahkan memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika Washington

memperluas tekanan ekonominya

Di

sisi lain, risiko pasokan mulai bergeser ke Rusia. Serangan Ukraina bagi

kilang dan pelabuhan Rusia terus mengganggu

kilang dan pelabuhan Rusia terus mengganggu infrastruktur energi negara

tersebut dan berpotensi membatasi ekspor minyak mentah maupun produk olahan.

Arab Saudi juga mulai meningkatkan pengiriman dari terminal Teluk Persia untuk

mencari jalur yang lebih aman dari

mencari jalur yang lebih aman dari ancaman serangan Houthi di Laut Merah.

Analisis

Newsmaker : minyak kini berada di antara

dua kekuatan besar. Kemajuan Iran–Oman dan

dua kekuatan besar. Kemajuan Iran–Oman dan kemungkinan normalisasi Hormuz

merupakan suasana pasar bearish, sementara gangguan pasokan Rusia memberikan penahan

agar harga tidak jatuh terlalu dalam. Selama belum ada pembukaan penuh Hormuz,

bursa masih akan bergerak volatil. Namun,

bursa masih akan bergerak volatil. Namun, jika jalur tersebut benar-benar

kembali normal, tekanan bagi minyak dapat semakin besar kecuali gangguan

pasokan Rusia meningkat signifikan.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF