Wednesday, 4 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Tekan Dolar!

Emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Tekan Dolar!
Emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Tekan Dolar!

🏠 Beranda › Berita › emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Te…

Gold

📅 2026-11-04   🕐 13:50   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia melonjak tajam

pada perdagangan Rabu (4/11/2026), berhasil menembus level psikologis US$4.000

per troy ounce setelah mendapat dukungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat

(AS). Emas spot terekam naik sekitar 2,2% ke level US$4.016,01 per troy

ounce. Kenaikan ini dipicu perubahan kondisi pasar investor setelah hasil pemilu

sela AS menjelaskan kemenangan penting Partai Demokrat, yang meningkatkan

ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald

ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald

Trump. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik

emas sebagai aset aman.

Hasil pemilu sela AS menjadi

pendorong utama perubahan psikologi pasar peringkat setelah Partai Demokrat berhasil

memperoleh mayoritas di kedua kamar Kongres. Kondisi tersebut berpotensi

membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump

membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan

belanja pemerintah. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan perlambatan

stimulus fiskal yang dapat mengurangi tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Perubahan ekspektasi ini mendorong pembelian obligasi pemerintah AS, sehingga

Perubahan ekspektasi ini mendorong pembelian obligasi pemerintah AS, sehingga

imbal hasil Treasury turun dan memberikan tekanan kepada dolar. Pelemahan

dolar membuat emas merupakan lebih menarik bagi investor internasional.

Meski mengalami penguatan,

kenaikan emas masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter

Federal Reserve (The Fed) yang cenderung ketat. Berdasarkan CME FedWatch Tool,

bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendekati 80%

bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendekati 80%.

Ekspektasi tersebut diperkuat oleh laporan JOLTS yang memaparkan jumlah

lowongan pekerjaan AS meningkat merupakan 7,523 juta pada September, dari 7,190

juta pada Agustus

juta pada Agustus. Data tersebut mencerminkan permintaan tenaga kerja yang

masih kuat, sehingga memberikan alasan bagi The Fed untuk mempertahankan

kebijakan moneter ketat guna mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, perkembangan

geopolitik Timur Tengah masih merupakan perhatian investor. Presiden AS Donald

Trump menyatakan bahwa Washington tidak memiliki rencana segera untuk

melancarkan serangan baru kepada Iran, meskipun ketegangan militer dan

melancarkan serangan baru kepada Iran, meskipun ketegangan militer dan

perbedaan pandangan dalam perundingan damai belum sepenuhnya mereda. Iran juga

menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada pencabutan

sanksi dan berakhirnya blokade AS

sanksi dan berakhirnya blokade AS. Ketidakpastian tersebut menjaga permintaan

kepada komoditi aman, sementara risiko gangguan pasokan energi tetap berpotensi

memengaruhi inflasi mancanegara. Investor kini menantikan laporan ADP Employment

Change dan ISM Services PMI sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat

Change dan ISM Services PMI sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat.

Newsmaker mencatat, keberhasilan emas menembus

US$4.000 merupakan perkembangan penting setelah logam mulia mengalami tekanan

jual sepanjang Oktober

jual sepanjang Oktober. Pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi AS

membuka peluang pemulihan lebih lanjut, tetapi keberlanjutan kenaikan masih

membutuhkan dukungan fundamental. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.000 dan

data tenaga kerja AS menyiratkan perlambatan, momentum penguatan berpotensi

data tenaga kerja AS menyiratkan perlambatan, momentum penguatan berpotensi

berlanjut. Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali melampaui ekspektasi dan memperkuat

peluang kenaikan suku bunga The Fed, emas berisiko mengalami koreksi. Dengan

demikian, arah koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada respons

demikian, arah koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada respons

market kepada hasil pemilu AS, perkembangan geopolitik, dan data

ketenagakerjaan menjelang keputusan suku bunga Desember.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.