Emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS Batasi Kenaikan!

🏠 Beranda › Berita › emas Menguat Tipis, Data Tenaga Kerja AS…
Gold
- merupakan US$3.936,44 per troy ounce
- kepada kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
- harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sehingga dapat memberikan
- mulia cenderung lebih menarik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mulai
- Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan
- yang lebih kuat dari perkiraan merupakan kejutan yang mendukung sikap kebijakan
- cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, sementara emas tidak
- tenaga kerja AS yang kuat
- berpotensi menguat dan membatasi pemulihan emas
Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu
(4/11/2026), didukung oleh penurunan harga minyak yang membantu meredakan
kekhawatiran kepada tekanan inflasi mancanegara. Emas spot menempuh naik 0,2%
merupakan US$3.936,44 per troy ounce
merupakan US$3.936,44 per troy ounce. Meski demikian, penguatan logam mulia masih
terbatas setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menjelaskan kondisi peringkat
tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan kekhawatiran
kepada kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
kepada kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Dukungan kepada emas datang dari melemahnya harga minyak
dunia di tengah perkembangan perundingan damai antara AS dan Iran. Penurunan
harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sehingga dapat memberikan
harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sehingga dapat memberikan
ruang bagi bank sentral untuk tidak memperketat kebijakan moneter secara
berlebihan. Kondisi tersebut merupakan faktor positif bagi emas karena logam
mulia cenderung lebih menarik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mulai
mulia cenderung lebih menarik ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mulai
Namun, psikologi pasar positif tersebut tertahan oleh laporan
lowongan pekerjaan AS atau JOLTS yang menyiratkan peningkatan signifikan pada
September. Jumlah lowongan pekerjaan melonjak merupakan 7,52 juta, jauh melampaui
perkiraan bursa sebesar 7,1 juta. Data ini mencerminkan permintaan tenaga kerja
yang masih kuat dan memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi AS tetap solid.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan
untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember.
Kata analis teknikal GivTrade, Waleed Said, hasil JOLTS
yang lebih kuat dari perkiraan merupakan kejutan yang mendukung sikap kebijakan
yang lebih kuat dari perkiraan merupakan kejutan yang mendukung sikap kebijakan
moneter ketat atau hawkish. Kondisi ini berpotensi memberikan dukungan kepada
dolar AS sekaligus membatasi kenaikan emas. Suku bunga yang lebih tinggi
cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, sementara emas tidak
cenderung meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, sementara emas tidak
memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, penguatan emas di tengah masih
menghadapi tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter AS.
Newsmaker mencatat, ayunan emas memaparkan
adanya tarik-menarik antara meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga
minyak dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah rilis data
tenaga kerja AS yang kuat
tenaga kerja AS yang kuat. Dalam jangka pendek, investor akan mencermati
perkembangan hasil pemilu sela AS serta laporan Non-Farm Payrolls (NFP) pada
Jumat. Jika data ketenagakerjaan kembali menjelaskan kekuatan ekonomi AS, dolar
berpotensi menguat dan membatasi pemulihan emas
berpotensi menguat dan membatasi pemulihan emas. Sebaliknya, tanda-tanda
perlambatan bursa tenaga kerja dapat mengurangi tekanan dari ekspektasi suku
bunga dan membuka peluang penguatan emas lebih lanjut.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
