🏠 Beranda › Berita › Trump Longgarkan Sanksi Rusia, Harga Min…
Oil
Trump Longgarkan Sanksi Rusia, Harga minyak Dunia Tertekan!
Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan Senin (19/10/2026), meskipun berhasil memangkas sebagian kerugian dari sesi sejak lama. Tekanan kepada harga minyak muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menangguhkan sebagian besar sanksi terhadap Rusia serta membatalkan rencana tarif bagi negara-negara yang mengimpor minyak Rusia. Kebijakan tersebut memicu ekspektasi bahwa pasokan minyak mancanegara berpotensi meningkat di tengah ketidakpastian bursa energi.
Harga minyak mentah Brent mencapai turun 1,5% merupakan US$108,22 per barel pada pukul 09.15 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mengalami penurunan 0,6% ke level US$100,85 per barel. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak hampir 5% sepanjang pekan sejak awal akibat gangguan pasokan dunia, terutama yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Meski mengalami koreksi, harga minyak masih mendapatkan dukungan dari kekhawatiran kepada stabilitas distribusi energi dunia.
Dari sisi permintaan, data ekonomi China memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal ketiga yang sedikit melampaui ekspektasi market. Sebagai importir minyak terbesar dunia, kondisi ekonomi China merupakan salah satu indikator penting bagi prospek konsumsi energi internasional. Selain itu, aktivitas pengolahan minyak di kilang China meningkat selama tiga bulan berturut-turut hingga September, terutama didorong oleh kenaikan ekspor produk olahan. Namun, perkembangan positif tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan harga akibat perubahan kebijakan AS kepada Rusia.
Sementara itu, keputusan Trump untuk melonggarkan sanksi Rusia merupakan perhatian utama pelaku bursa. Kebijakan yang diumumkan pada Jumat tersebut diambil hanya beberapa hari sebelum sejumlah sanksi dijadwalkan mulai berlaku. Trump juga membebaskan negara-negara pengimpor minyak Rusia dari rencana pengenaan tarif tambahan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional AS sekaligus membuka ruang diplomasi dalam penyelesaian konflik Rusia dan Ukraina.
Keputusan tersebut menyusul kesepakatan impor diesel antara AS dan Rusia yang ditandatangani sepekan sejak awal. Trump juga menyoroti serangan Ukraina kepada fasilitas energi Rusia sebagai salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga bahan bakar internasional. Melalui unggahan media sosial pada akhir pekan, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan kesepakatan damai Rusia-Ukraina dan berusaha menghindari kebijakan yang dapat membuat Moskow menarik diri dari proses perundingan.
Pelemahan harga minyak dunia mencerminkan perubahan kondisi pasar bursa setelah AS membuka peluang pelonggaran hambatan perdagangan energi Rusia. Kebijakan tersebut berpotensi memperlancar distribusi minyak Rusia ke pasar internasional sehingga mengurangi kekhawatiran kepada keterbatasan pasokan mancanegara.
Namun, risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah masih merupakan faktor utama yang dapat menahan penurunan harga minyak lebih dalam. Selama jalur distribusi energi kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil, harga minyak berpotensi tetap bergerak volatil.
Dalam jangka pendek, Brent berpotensi menghadapi tekanan apabila peringkat semakin yakin kepada kelancaran ekspor minyak Rusia. Sebaliknya, meningkatnya ketegangan geopolitik atau gangguan distribusi energi dapat kembali mendorong harga minyak melonjak. Dengan demikian, arah koreksi minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi Rusia-Ukraina, stabilitas Timur Tengah, serta prospek permintaan energi China.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
