🏠 Beranda › Berita › emas Menguat, Peluang Hike Rate Jadi Pen…
Gold
Emas Menguat, Peluang Hike Rate Jadi Pendorong!
Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Senin (19/10/2026), didorong oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak mancanegara mengalami penurunan. Kondisi ini memberikan kondisi pasar positif bagi emas menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan, ketika bank sentral AS diestimasi akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Harga emas spot naik 0,2% merupakan US$4.171,65 per troy ounce pada pukul 08.53 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,26% ke level US$4.191,90 per troy ounce. Menariknya, emas tetap mampu bertahan di zona positif meskipun dolar AS menguat, mencerminkan tingginya permintaan kepada komoditi safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.
Analis UBS Giovanni Staunovo menjelaskan bahwa penurunan harga minyak membantu mengurangi tekanan inflasi yang sejak awal meningkatkan kekhawatiran kepada potensi kenaikan suku bunga The Fed. Harga minyak sendiri turun dari level tertinggi lima bulan setelah Presiden AS Donald Trump melonggarkan sanksi dan tarif terhadap Rusia, sehingga membuka peluang peningkatan ekspor energi Rusia ke peringkat internasional.
Pelemahan minyak tersebut turut meredakan kekhawatiran setelah data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) AS pekan lalu mencatat angka yang tinggi, sebagian dipicu lonjakan harga bensin. Kini, perhatian investor beralih pada rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi utama yang merupakan acuan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool sebagaimana dikutip dalam laporan, pelaku bursa memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sebesar 15%, sementara peluang kenaikan pada Desember masih mencapai 89%. Kondisi ini menjelaskan bahwa meskipun tekanan jangka pendek kepada emas mulai mereda, risiko kebijakan moneter ketat masih membayangi koreksi harga.
Sementara itu, logam mulia lainnya turut menguat. Harga perak naik 0,85% merupakan US$57,49 per ounce, platinum menguat 1,27% ke US$1.651,05, dan palladium meningkat 1,17% menjadi US$1.125,44 per ounce.
Penguatan emas mencerminkan meningkatnya optimisme bursa bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sejalan meredanya tekanan inflasi akibat penurunan harga minyak. Namun, level US$4.200 masih merupakan area psikologis penting yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan emas.
Dalam jangka pendek, gerakan gold akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi PCE, kondisi peringkat tenaga kerja AS, serta sinyal kebijakan The Fed. Jika tekanan inflasi terus mereda, emas berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, apabila inflasi kembali meningkat dan ekspektasi kenaikan suku bunga menguat, harga emas berisiko mengalami koreksi.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
