🏠 Beranda › Berita › Gold siap tembus $4.200?
Gold
Gold siap tembus $4.200?
- merupakan US$4.178,55 per troy ounce pada saat berita ini dibuat
- Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang dinilai memberikan ruang bagi bank sentral
- peringkat menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin
- datang dari pelemahan saham-saham teknologi Amerika Serikat, menyusul
- teknologi mendorong sebagian investor mencari alternatif investasi yang
- imbal hasil tersebut ikut mengurangi tekanan kepada emas, sementara pelemahan
- terekam masih sekitar 20% lebih rendah dibandingkan periode sebelum konflik,
- kepemilikan dana investasi berbasis emas atau exchange-traded fund (ETF) selama
- Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober
- karena investor tetap memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum
Harga emas dunia kembali naik
pada perdagangan Senin (19/10/2026), mendekati level US$4.190 per troy ounce
setelah mengalami tekanan pada pekan sejak lama. Emas spot menempuh naik 0,5%
merupakan US$4.178,55 per troy ounce pada saat berita ini dibuat
merupakan US$4.178,55 per troy ounce pada saat berita ini dibuat. Penguatan ini
dipicu oleh berkurangnya kekhawatiran investor kepada kemungkinan kenaikan
suku bunga Amerika Serikat pada Oktober, menyusul pernyataan Ketua Federal
Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang dinilai memberikan ruang bagi bank sentral
Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang dinilai memberikan ruang bagi bank sentral
untuk mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pekan depan.
Pernyataan Warsh membuat pelaku
peringkat menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin
peringkat menurunkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin
merupakan kurang dari 17%. Sejak lama, data inflasi Amerika Serikat yang lebih
tinggi dari perkiraan sempat mendorong ekspektasi kenaikan bunga dan memperkuat
dolar AS. Namun, sikap Warsh yang tidak memberikan sinyal pengetatan kebijakan
dalam waktu dekat berhasil meredakan tekanan tersebut. Kondisi ini merupakan
suasana pasar positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya
membuat instrumen berbunga seperti obligasi lebih menarik dibandingkan logam mulia
yang tidak memberikan imbal hasil.
Dukungan terhadap emas juga
datang dari pelemahan saham-saham teknologi Amerika Serikat, menyusul
datang dari pelemahan saham-saham teknologi Amerika Serikat, menyusul
meningkatnya kekhawatiran investor kepada besarnya investasi di sektor
kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Tekanan pada saham
teknologi mendorong sebagian investor mencari alternatif investasi yang
teknologi mendorong sebagian investor mencari alternatif investasi yang
dianggap lebih aman. Pada saat yang sama, meningkatnya permintaan obligasi
pemerintah AS membuat harga obligasi naik dan imbal hasilnya turun. Penurunan
imbal hasil tersebut ikut mengurangi tekanan kepada emas, sementara pelemahan
imbal hasil tersebut ikut mengurangi tekanan kepada emas, sementara pelemahan
tipis dolar AS memberikan tambahan ruang bagi harga logam mulia untuk bergerak
lebih tinggi.
Dari sisi permintaan investasi,
emas masih mendapatkan dukungan cukup kuat meskipun mengalami penurunan tajam
sejak awal konflik Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari. Harga emas
terekam masih sekitar 20% lebih rendah dibandingkan periode sebelum konflik,
terekam masih sekitar 20% lebih rendah dibandingkan periode sebelum konflik,
tetapi berhasil bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce sejak
Agustus. Minat investor kepada emas juga terlihat dari meningkatnya
kepemilikan dana investasi berbasis emas atau exchange-traded fund (ETF) selama
kepemilikan dana investasi berbasis emas atau exchange-traded fund (ETF) selama
13 pekan berturut-turut. Kondisi ini menjelaskan bahwa sebagian investor masih
menjadikan emas sebagai pilihan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan
geopolitik global.
Ke depan, gerakan emas berpeluang melanjutkan
pemulihan apabila dolar AS dan imbal hasil obligasi tetap merosot, serta The
Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober
Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Secara psikologis,
area US$4.190 hingga US$4.200 merupakan kawasan yang perlu diperhatikan untuk
mengukur kekuatan kenaikan berikutnya. Namun, risiko koreksi masih terbuka
karena investor tetap memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum
karena investor tetap memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum
akhir tahun. Dengan kondisi pasar bursa yang mulai membaik, pertanyaan besarnya kini
adalah apakah emas mampu menembus US$4.200 atau kembali tertahan oleh
kekhawatiran inflasi Amerika Serikat.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
