🏠 Beranda › Berita › Oil Anjlok 6 Hari, Harapan Damai Tekan H…

Oil

Oil Anjlok 6 Hari, Harapan Damai Tekan Harga

📅 2026-09-23   🕐 07:24   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali

merosot pada perdagangan Rabu (23/09) dan menuju penurunan terpanjang dalam

setahun setelah investor mulai mengurangi kekhawatiran kepada gangguan

pasokan energi akibat konflik Timur Tengah

pasokan energi akibat konflik Timur Tengah. Harapan kepada kemajuan negosiasi

Amerika Serikat dan Iran serta pemulihan jalur ekspor Arab Saudi merupakan faktor

utama yang menekan harga minyak.

Harga Brent crude untuk kontrak

November turun menuju area US$98,51 per barel, memperpanjang penurunan selama

enam sesi berturut-turut dengan total pelemahan lebih dari 9%. Sementara itu,

minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,1% ke level

minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November turun 1,1% ke level

US$89,56 per barel, kembali berada di bawah US$90 per barel.

Tekanan kepada minyak meningkat

setelah Arab Saudi bersiap memulihkan kembali ekspor melalui jalur pipa

setelah Arab Saudi bersiap memulihkan kembali ekspor melalui jalur pipa

East-West yang merupakan alternatif penting selain Selat Hormuz. Pipa tersebut

memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari dan memungkinkan Riyadh

mengurangi ketergantungan kepada jalur perdagangan utama yang selama konflik

mengurangi ketergantungan kepada jalur perdagangan utama yang selama konflik

menjadi perhatian pasar.

Dari sisi geopolitik, psikologi pasar

bursa juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut

bursa juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut

pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Iran berlangsung produktif. Trump

mengungkapkan masih akan ada pembicaraan lanjutan, meningkatkan harapan bahwa

kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk mengurangi ketegangan di kawasan

kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk mengurangi ketegangan di kawasan

Timur Tengah.

Namun, konflik antara Washington

dan Teheran belum sepenuhnya berakhir

dan Teheran belum sepenuhnya berakhir. Kedua pihak masih memiliki perbedaan

besar terkait status Selat Hormuz, jalur strategis yang merupakan salah satu

titik utama perdagangan energi dunia. Iran tetap menegaskan pengaruhnya

kepada kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi

kepada kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat mempertahankan posisi

bahwa jalur tersebut harus tetap terbuka untuk perdagangan internasional.

Selain konflik Iran–AS, pasar

juga memantau aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang masih meningkatkan

juga memantau aktivitas kelompok Houthi di Yaman yang masih meningkatkan

tekanan kepada kawasan Laut Merah dan fasilitas energi Arab Saudi. Serangan

kepada infrastruktur energi tetap merupakan risiko yang dapat kembali mendorong

kenaikan harga minyak apabila eskalasi meningkat.

Newsmaker melihat, harga minyak sekarang sedang

menghadapi tekanan dari membaiknya ekspektasi pasokan dan peluang diplomasi

Timur Tengah. Jika pembicaraan AS–Iran menghasilkan perkembangan positif dan

distribusi energi kembali normal, tekanan kepada Brent dan WTI dapat

berlanjut. Namun, risiko geopolitik tetap merupakan faktor utama yang dapat

membalikkan arah harga dengan cepat.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF