🏠 Beranda › Berita › emas Stabil di US$4.361, Pasar Pantau Di…

Gold

Emas Stabil di US$4.361, Pasar Pantau Diplomasi Iran dan Arah Suku Bunga The Fed

📅 2026-09-23   🕐 07:09   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Rabu (23/9), dengan emas berada di sekitar US$4.361 per troy ounce setelah investor mencermati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi harga energi serta arah kebijakan moneter Federal Reserve. Koreksi emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah di awal mengalami volatilitas akibat perubahan psikologi pasar kepada inflasi dan prospek suku bunga dunia.

Psikologi pasar pasar mendapat dorongan setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan perwakilan Iran berlangsung “sangat baik” di New York. Pernyataan tersebut kembali membuka harapan kepada kemungkinan jalur diplomasi, setelah sejak awal Trump memberikan pernyataan keras terkait tekanan terhadap Iran.

Perkembangan geopolitik tersebut turut memengaruhi pasar energi. Harga minyak kembali merosot setelah Trump menyampaikan optimisme kepada hubungan AS-Iran, ditambah laporan bahwa Arab Saudi berencana memulihkan ekspor minyak melalui pipa East-West dalam beberapa hari ke depan. Jalur tersebut memungkinkan Saudi mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman energi.

Koreksi emas masih sangat berkaitan dengan harga minyak karena investor menilai apakah tekanan energi dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong The Fed untuk kembali memperketat kebijakan moneternya. Kenaikan suku bunga biasanya merupakan tekanan bagi emas karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Selain faktor geopolitik, pasar juga memperhatikan komentar pejabat The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya. Presiden The Fed Richmond Tom Barkin memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat berbagai gangguan pasokan dapat membutuhkan waktu untuk mereda. Ia menilai terdapat risiko inflasi yang tinggi dapat bertahan lebih lama, meskipun belum memberikan sinyal jelas terkait kebutuhan kenaikan suku bunga tambahan.

Di sisi lain, permintaan emas fisik dari China terus merupakan faktor pendukung harga logam mulia. Data bea cukai menjelaskan impor emas China hingga Agustus telah melampaui 1.000 ton, lebih tinggi dibandingkan total pembelian sepanjang tahun di awal. Kondisi ini menunjukkan permintaan dari konsumen terbesar dunia masih kuat di tengah dinamika kebijakan moneter internasional. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF