
🏠 Beranda › Berita › Bahlil Sebut Impor Minyak Rusai Tahap Du…
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusai Tahap Dua Sudah Mulai Jalan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan perkembangan impor minyak dari Rusia. Bahlil bilang sekarang realisasi pembelian minyak tahap kedua dari Rusia mulai berjalan.
"Sudah, sudah mulai jalan ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Bahlil menuturkan pembelian minyak dari Rusia merupakan bagian dari kontrak kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G) yang kemudian dilanjutkan dengan skema bisnis antarpelaku usaha (government to business/G2B).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah pembelian minyak dari Rusia merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan ketahanan energi nasional di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu.
"Kita sekarang ini kan lagi kondisi internasional kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita, selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk," katanya
"Bayangkan, orang dunia lagi susah, kita
"Bayangkan, orang dunia lagi susah, kita masih memilih-milih. Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain, apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif," sambungnya.
Dalam catatan detikcom , Indonesia berencana mengimpor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Hal ini didapatkan usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung pernah menyampaikan minyak dari Rusia nantinya tidak akan langsung diolah berubah jadi bahan bakar minyak (BBM). Dia mengungkapkan minyak tersebut bakal menjadi cadangan penyangga energi nasional.
"Itu (impor minyak Rusia) merupakan cadangan
"Itu (impor minyak Rusia) merupakan cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026) lalu.
