Reli Minyak Terhenti, Konflik AS–Iran Masih Jadi Ancaman

🏠 Beranda Berita Reli Minyak Terhenti, Konflik AS–Iran Ma…

Oil

Reli Minyak Terhenti, Konflik AS–Iran Masih Jadi Ancaman

📅 2026-09-11   🕐 16:00   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Jumat (11/9) setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir. Brent bergerak sekitar US$105,36 per barel, turun dari level mendekati US$110 yang sempat disentuh sejak lama, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada sekitar US$100,69 per barel.

Pelemahan terbaru lebih mencerminkan koreksi teknikal setelah harga minyak mengalami lonjakan tajam. Meski demikian, Brent dan WTI masih berada di level tinggi dan menuju kenaikan mingguan kuat karena konflik Amerika Serikat dan Iran belum menjelaskan tanda-tanda mereda.

Risiko geopolitik tetap berubah jadi penopang utama. Pejabat AS dilaporkan mulai mempertimbangkan kemungkinan perang berlangsung dalam waktu panjang, sementara Iran tetap memaparkan kesiapan melanjutkan konflik meski menghadapi tekanan ekonomi. Teheran juga mengklaim telah memulihkan kemampuan misilnya dan siap meningkatkan serangan bagi target AS maupun negara Teluk jika Washington meningkatkan operasi militernya.

Di sisi lain, prospek permintaan memberikan

Di sisi lain, prospek permintaan memberikan tekanan bagi harga. OPEC kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 berubah jadi hanya 380.000 barel per hari, menandai revisi turun kelima berturut-turut. Produksi kelompok tersebut juga turun sekitar 640.000 barel per hari pada Agustus.

Pasokan dari Rusia ikut merupakan perhatian setelah International Energy Agency memangkas proyeksi produksi minyak mentah Rusia 2026 sebesar 125.000 barel per hari menjadi sekitar 8,7 juta barel per hari. Penurunan tersebut dikaitkan dengan serangan Ukraina bagi infrastruktur energi Rusia yang terus berlanjut.

Analisa Newsmaker: koreksi Brent dari area US$110 belum otomatis mengubah fundamental minyak jatuh ke bearish. WTI yang masih bertahan di atas US$100 memaparkan premi risiko pasokan tetap besar. Namun, revisi turun permintaan OPEC dapat membatasi reli jika tensi geopolitik mereda. Sebaliknya, gangguan baru kepada Hormuz, Bab al-Mandeb, atau produksi Rusia dapat kembali mendorong harga minyak lebih tinggi. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF