
🏠 Beranda › Berita › Iran–Oman Dekati Deal, Pasar minyak Teta…
Iran–Oman Dekati Deal, Pasar Minyak Tetap Waspada
- sejak awal ditutup di US$97,31 per
- menuturkan kesepakatan dengan Oman terkait jalur
- kembali berubah jadi jalur bebas seperti
- diestimasi hanya sekitar 7 juta barel
- dan pasar tetap rentan kepada setiap
- energi di kawasan Teluk dan Laut
- sisi permintaan, pelaku industri yang berkumpul
- Kanada, dan Amerika Latin untuk mencari
- melalui Hormuz tetap jauh di bawah
- kontrol Tehran atau memicu penolakan dari
minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9), ketika pasar
menunggu detail kesepakatan Iran dan Oman mengenai pengelolaan pelayaran
melalui Selat Hormuz. WTI bergerak di sekitar US$93 per barel, sementara Brent
sejak awal ditutup di US$97,31 per
sejak awal ditutup di US$97,31 per barel dan sempat menyentuh US$98,06, level
tertinggi dalam enam pekan. Ketegangan AS–Iran yang kembali meningkat masih
menjaga premi risiko energi tetap tinggi.
menuturkan kesepakatan dengan Oman terkait jalur
menuturkan kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran aman melalui Hormuz
telah memasuki tahap akhir. Namun, pasar masih mempertanyakan bagaimana Amerika
Serikat akan merespons, mengingat Washington menginginkan selat tersebut
kembali berubah jadi jalur bebas seperti
kembali berubah jadi jalur bebas seperti sebelum perang, sementara Tehran berupaya
memperkuat kontrol atas lalu lintas kapal di kawasan strategis tersebut.
pasokan tetap jatuh ke faktor utama. Arus minyak melalui Hormuz di tengah
diestimasi hanya sekitar 7 juta barel
diestimasi hanya sekitar 7 juta barel per hari, jauh di bawah kisaran 20 juta
barel per hari sebelum konflik. Gangguan tersebut menjelaskan bahwa meskipun
minyak masih keluar dari Teluk Persia, kapasitas jalur itu belum kembali normal
dan pasar tetap rentan kepada setiap
dan pasar tetap rentan kepada setiap eskalasi baru.
juga meluas ke infrastruktur energi regional. Iran telah memperingatkan bahwa
serangan baru kepada asetnya akan dibalas, sementara sejumlah fasilitas
energi di kawasan Teluk dan Laut
energi di kawasan Teluk dan Laut Merah ikut berubah jadi sasaran dalam beberapa
pekan terakhir. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas
dari kapal tanker ke fasilitas produksi dan ekspor minyak.
sisi permintaan, pelaku industri yang berkumpul
sisi permintaan, pelaku industri yang berkumpul dalam Asia Pacific Petroleum
Conference di Singapura juga mencermati ketatnya persediaan dunia dan prospek
permintaan China. Refinery China meningkatkan pembelian minyak dari Afrika,
Kanada, dan Amerika Latin untuk mencari
Kanada, dan Amerika Latin untuk mencari alternatif pasokan, meski langkah
tersebut belum tentu mencerminkan pemulihan permintaan jangka panjang.
Bias minyak masih cenderung bullish selama arus
melalui Hormuz tetap jauh di bawah
melalui Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal dan konflik AS–Iran belum
mereda. Deal Iran–Oman dapat mengurangi risiko gangguan pelayaran jika
benar-benar memperlancar arus tanker, tetapi jika kesepakatan justru memperkuat
kontrol Tehran atau memicu penolakan dari
kontrol Tehran atau memicu penolakan dari AS, premi geopolitik dapat bertahan.
Brent berpeluang kembali menguji US$98 hingga US$100 apabila ketegangan
