Friday, 23 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Arah Berikutnya

Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Arah Berikutnya
Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Arah Berikutnya

🏠 Beranda › Berita › Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Ar…

📅 2026-09-08   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak relatif

stabil pada perdagangan Selasa (8/9), bertahan di sekitar US$4.400 per troy

ounce setelah kehilangan sekitar 1,5% dalam dua sesi sejak awal. Ayunan

emas masih berada dalam tarik-menarik antara

emas masih berada dalam tarik-menarik antara tekanan dari meningkatnya ekspektasi

kenaikan suku bunga Federal Reserve dan dukungan dari pelemahan dolar AS serta

ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Data tenaga kerja AS yang kuat

pekan lalu membuat market kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga

The Fed sekitar 60%. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat jatuh ke

hambatan bagi emas karena logam mulia

hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil.

Investor kini menunggu data inflasi AS akhir pekan ini yang akan memberikan

petunjuk lebih jelas mengenai keputusan The Fed pada pertemuan September.

Di sisi lain, emas mendapat

dukungan dari pelemahan dolar AS. Greenback di awal turun ke level terendah

sejak Februari kepada yen Jepang setelah meningkatnya ekspektasi pengetatan

Bank of Japan. Dolar yang lebih

Bank of Japan. Dolar yang lebih lemah secara umum membuat emas lebih murah bagi

pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga membantu membatasi tekanan

jual pada bullion.

Ketegangan antara Amerika Serikat

dan Iran di kawasan Selat Hormuz juga tetap menjaga permintaan safe haven.

Konflik tersebut telah mendorong harga minyak ke level tertinggi enam pekan,

dengan Brent ditutup di US$97,31 per

dengan Brent ditutup di US$97,31 per barel dan sempat menyentuh US$98,06.

Kenaikan energi sekaligus meningkatkan risiko inflasi, sehingga dampaknya

bagi emas tetap dua arah: mendukung permintaan komoditas aman tetapi juga

memperbesar peluang kebijakan moneter lebih ketat.

Secara lebih luas, emas masih

bergerak dalam rentang yang relatif sempit sejak rebound dari area US$4.000

pada Juli. Investor jangka panjang juga

pada Juli. Investor jangka panjang juga tetap mencermati pembelian bank sentral

dan permintaan emas sebagai lindung nilai bagi risiko pelemahan mata uang

serta ketidakpastian makroekonomi.

Emas kini masih menjelaskan

pola konsolidasi di sekitar US$4.400. Pelemahan dolar dan risiko geopolitik

jatuh ke penahan penurunan, sementara peluang kenaikan bunga The Fed membatasi

penguatan. CPI AS merupakan katalis utama

penguatan. CPI AS merupakan katalis utama berikutnya; inflasi yang lebih panas

berpotensi kembali menekan emas, sementara data yang lebih lunak dapat membuka

ruang rebound menuju area resistance yang lebih tinggi.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.