
🏠 Beranda › Berita › Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Ar…
Emas Konsolidasi, CPI AS Jadi Penentu Arah Berikutnya
Harga emas bergerak relatif
stabil pada perdagangan Selasa (8/9), bertahan di sekitar US$4.400 per troy
ounce setelah kehilangan sekitar 1,5% dalam dua sesi sejak awal. Ayunan
emas masih berada dalam tarik-menarik antara
emas masih berada dalam tarik-menarik antara tekanan dari meningkatnya ekspektasi
kenaikan suku bunga Federal Reserve dan dukungan dari pelemahan dolar AS serta
ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Data tenaga kerja AS yang kuat
pekan lalu membuat market kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga
The Fed sekitar 60%. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat jatuh ke
hambatan bagi emas karena logam mulia
hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil.
Investor kini menunggu data inflasi AS akhir pekan ini yang akan memberikan
petunjuk lebih jelas mengenai keputusan The Fed pada pertemuan September.
Di sisi lain, emas mendapat
dukungan dari pelemahan dolar AS. Greenback di awal turun ke level terendah
sejak Februari kepada yen Jepang setelah meningkatnya ekspektasi pengetatan
Bank of Japan. Dolar yang lebih
Bank of Japan. Dolar yang lebih lemah secara umum membuat emas lebih murah bagi
pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga membantu membatasi tekanan
jual pada bullion.
Ketegangan antara Amerika Serikat
dan Iran di kawasan Selat Hormuz juga tetap menjaga permintaan safe haven.
Konflik tersebut telah mendorong harga minyak ke level tertinggi enam pekan,
dengan Brent ditutup di US$97,31 per
dengan Brent ditutup di US$97,31 per barel dan sempat menyentuh US$98,06.
Kenaikan energi sekaligus meningkatkan risiko inflasi, sehingga dampaknya
bagi emas tetap dua arah: mendukung permintaan komoditas aman tetapi juga
memperbesar peluang kebijakan moneter lebih ketat.
Secara lebih luas, emas masih
bergerak dalam rentang yang relatif sempit sejak rebound dari area US$4.000
pada Juli. Investor jangka panjang juga
pada Juli. Investor jangka panjang juga tetap mencermati pembelian bank sentral
dan permintaan emas sebagai lindung nilai bagi risiko pelemahan mata uang
serta ketidakpastian makroekonomi.
Emas kini masih menjelaskan
pola konsolidasi di sekitar US$4.400. Pelemahan dolar dan risiko geopolitik
jatuh ke penahan penurunan, sementara peluang kenaikan bunga The Fed membatasi
penguatan. CPI AS merupakan katalis utama
penguatan. CPI AS merupakan katalis utama berikutnya; inflasi yang lebih panas
berpotensi kembali menekan emas, sementara data yang lebih lunak dapat membuka
ruang rebound menuju area resistance yang lebih tinggi.
