Emas Kembali Menguat ke US$4.430, Pelemahan Dolar Jadi Penopang

🏠 Beranda Berita emas Kembali Menguat ke US$4.430, Pelema…

Emas Kembali Menguat ke US$4.430, Pelemahan Dolar Jadi Penopang

📅 2026-09-08   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali menguat pada

perdagangan Selasa (8/9), setelah mengalami tekanan pada sesi sejak lama. Pada

saat penulisan, emas bergerak di kisaran US$4.427–US$4.430 per troy ounce atau

naik sekitar 0,5% dari perdagangan sejak

naik sekitar 0,5% dari perdagangan sejak lama. Pelemahan dolar AS memberikan

ruang bagi logam mulia untuk melakukan pemulihan di tengah sikap investor yang

masih berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.

Indeks dolar AS turun sekitar

0,4% ke area 98,82, mendekati level terendah dua pekan. Pelemahan greenback

membuat emas yang dihargakan dalam dolar merupakan relatif lebih murah bagi

pemegang mata uang lain, sehingga membantu

pemegang mata uang lain, sehingga membantu meningkatkan permintaan kepada

logam mulia. Kendati demikian, ayunan emas masih memperlihatkan

tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.

Potensi kenaikan emas masih

dibatasi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku

bunga pada pertemuan September. Bursa kini memperkirakan peluang sekitar

60% untuk kenaikan sebesar 25 basis

60% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin setelah laporan Non-Farm Payrolls

Agustus menyiratkan ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan, jauh melampaui

perkiraan. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung jatuh ke tekanan bagi emas

karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, meningkatnya

ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tetap memberikan dukungan safe

haven. Harga Brent bertahan di atas

haven. Harga Brent bertahan di atas US$97 per barel setelah konflik di kawasan

Teluk kembali meningkatkan kekhawatiran bagi pasokan energi. Namun, kenaikan

harga minyak juga membawa risiko inflasi yang lebih tinggi sehingga dapat

memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan

memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Untuk pergerakan berikutnya,

perhatian peringkat akan tertuju pada data PPI dan CPI AS pekan ini. Apabila

inflasi memaparkan tekanan yang lebih kuat,

inflasi memaparkan tekanan yang lebih kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga

berpotensi meningkat dan kembali membatasi emas. Sebaliknya, inflasi yang lebih

lunak dapat menekan dolar dan imbal hasil Treasury sekaligus memberikan ruang

bagi emas untuk memperpanjang rebound. Untuk

bagi emas untuk memperpanjang rebound. Untuk sekarang, area US$4.430 berubah jadi

zona yang perlu diperhatikan karena emas sedang mencoba mempertahankan

pemulihan setelah tekanan pada awal pekan.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF