Minyak Turun dari Level Tinggi, Pasar Timbang Risiko AS-Iran

🏠 Beranda Berita Minyak Turun dari Level Tinggi, Pasar Ti…

Oil

Minyak Turun dari Level Tinggi, Pasar Timbang Risiko AS-Iran

📅 2026-09-03   🕐 15:17   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (3/9), setelah investor menimbang ancaman dari serangan militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Koreksi ini terjadi setelah harga minyak di awal sempat bergerak di level tinggi akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Minyak mentah Brent berjangka turun 56 sen atau 0,6% ke US$95,07 per barel pada pukul 07.52 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI mengalami penurunan 50 sen atau 0,6% jatuh ke US$90,51 per barel. Penurunan ini menjadi pelemahan pertama bagi kedua kontrak dalam empat sesi terakhir.

Ketegangan AS-Iran masih merupakan perhatian utama pasar. Menteri Kesehatan Iran menuturkan delapan orang tewas dan 108 lainnya terluka akibat serangan AS pada Selasa malam. Bulan Sabit Merah Iran juga melaporkan empat orang tewas dan 67 terluka dalam sebuah acara pernikahan di dekat pesisir Selat Hormuz.

Serangan terbaru tersebut jatuh ke pertukaran

Serangan terbaru tersebut jatuh ke pertukaran tembakan terbesar antara AS dan Iran sejak Juli, sementara perang kini telah memasuki bulan ketujuh. Pada sesi sejak awal, Brent dan WTI sempat bergerak sangat bergerak naik-turun, dengan kenaikan hingga US$2 per barel sebelum merosot sekitar US$1 per barel.

Data pelayaran memaparkan hanya enam kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, turun dari 11 kapal sehari di awal dan masih jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal. Iran juga menambah daftar kapal yang dianggap tidak patuh dan berisiko dikenai denda, penyertaan, atau tersingkir jika mencoba melewati selat tersebut.

Ulasan Newsmaker: Penurunan minyak sekarang lebih terlihat sebagai koreksi setelah reli, bukan tanda bahwa pasokan risiko sudah berkurang. Selama lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih terbatas dan Iran terus memperketat aturan bagi kapal yang melintas, premi risiko geopolitik tetap kuat. Namun kenaikan ekspor minyak Irak dari sekitar 1,35 juta barel per hari pada bulan Juli berubah jadi 2,34 juta barel per hari pada Agustus dapat membantu menahan harga. Jika konflik AS-Iran kembali membesar, Brent masih bertahan di atas US$95, tetapi jika pasokan regional membaik, harga bisa terkoreksi lebih lanjut. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF