Brent Melemah, Risiko Geopolitik Jaga Harga Tetap Tinggi

🏠 Beranda Berita Brent Melemah, Risiko Geopolitik Jaga Ha…

Oil

Brent Melemah, Risiko Geopolitik Jaga Harga Tetap Tinggi

📅 2026-09-03   🕐 11:30   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak bergerak sedikit melemah pada perdagangan

Kamis (3/9), setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir akibat eskalasi

baru konflik AS–Iran. Brent turun sekitar 0,45% ke area US$95,20 per barel,

sementara WTI melemah sekitar 0,26% ke

sementara WTI melemah sekitar 0,26% ke US$90,77 per barel. Meski terkoreksi,

harga masih bertahan tinggi karena market tetap khawatir kepada potensi

gangguan pasokan dari Timur Tengah, terutama setelah serangan terbaru AS dan

Iran serta aktivitas pelayaran di Selat

Iran serta aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang masih jauh di bawah kondisi

Fokus utama peringkat kini tertuju pada kondisi fisik arus

minyak melalui Hormuz. Data menjelaskan hanya sekitar empat kapal yang melintas

pada satu periode terbaru, jauh di

pada satu periode terbaru, jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal,

sementara Iran juga meningkatkan pengawasan bagi kapal yang dinilai tidak

patuh. Namun, tekanan naik sedikit tertahan setelah pemerintah AS menyebut

sekitar 17 juta barel minyak berhasil

sekitar 17 juta barel minyak berhasil melewati Hormuz pada Senin, volume

tertinggi sejak konflik meningkat. Selama aktivitas pelayaran masih terbatas,

bias fundamental minyak tetap cenderung bullish, meski risiko koreksi tetap ada

jika tensi militer mereda atau arus

jika tensi militer mereda atau arus pasokan kembali normal.

Selain faktor geopolitik, bursa juga mencermati

perkembangan stok minyak AS dan prospek permintaan dunia. Kenaikan persediaan

yang lebih besar dari perkiraan dapat

yang lebih besar dari perkiraan dapat jatuh ke penahan harga, terutama jika

konsumsi mulai melambat. Sebaliknya, jika data stok menyiratkan penurunan dan

permintaan dari negara-negara Asia tetap kuat, ruang penguatan Brent dan WTI

bisa kembali terbuka meski harga sudah

bisa kembali terbuka meski harga sudah berada di level tinggi.

Dari sisi psikologi pasar, koreksi dolar AS dan ekspektasi

kebijakan The Fed juga ikut memengaruhi bursa minyak. Dolar yang melemah

biasanya membuat komoditas berdenominasi dolar jatuh

biasanya membuat komoditas berdenominasi dolar jatuh ke lebih murah bagi pembeli

non-AS, sehingga dapat memberikan dukungan tambahan pada harga. Namun, bila

inflasi kembali meningkat akibat lonjakan energi dan mendorong ekspektasi suku

bunga lebih tinggi, tekanan bagi pertumbuhan

bunga lebih tinggi, tekanan bagi pertumbuhan dunia bisa meningkat dan

membatasi reli minyak dalam jangka pendek.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF