
🏠 Beranda › Berita › emas Menguat, Dolar AS Turun ke Level Te…
Gold
Emas Menguat, Dolar AS Turun ke Level Terendah Sepekan
Harga emas melanjutkan pemulihan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Kamis (3/9). XAU/USD bertahan kuat setelah di awal menyentuh level terendah hampir empat pekan, meskipun masih bergerak di bawah area US$4.450 per troy ounce pada paruh pertama sesi Eropa.
Dukungan utama bagi emas datang dari pelemahan dolar AS yang turun ke level terendah satu pekan. Tekanan kepada greenback muncul setelah yield obligasi AS mengalami penurunan, data ADP AS dirilis lebih lemah, dan yen Jepang menguat tajam terhadap dolar.
Meski begitu, kenaikan emas masih terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tetap kuat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peringkat memperkirakan peluang sekitar 62% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September.
Ekspektasi tersebut menguat setelah Ketua The
Ekspektasi tersebut menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan komentar hawkish pada Jumat lalu. Selain itu, kenaikan harga energi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, sehingga market menilai The Fed masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan ketat.
Harga minyak masih bergerak dekat level tertinggi sejak 24 Juli setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat. Serangan terbaru AS bagi target Iran dan balasan drone serta rudal dari Teheran di kawasan Teluk membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi.
Presiden AS Donald Trump juga mengungkapkan siap melancarkan serangan tambahan kepada Iran. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz membuat market tetap waspada karena berpotensi menjaga harga minyak dan dolar AS tetap kuat sebagai instrumen safe haven.
Analisa Newsmaker: Pemulihan emas kini masih
Analisa Newsmaker: Pemulihan emas kini masih ditopang oleh pelemahan dolar AS dan turunnya yield, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren. Selama XAU/USD masih tertahan di bawah area US$4.450, ruang kenaikan masih terbatas. Fokus utama market kini tertuju pada data Nonfarm Payrolls AS pada Jumat. Jika NFP merosot, emas berpeluang menguat lebih lanjut menuju US$4.470–US$4.500. Namun, jika data tenaga kerja kuat dan ekspektasi rate hike The Fed meningkat, emas berisiko kembali tertekan ke area US$4.400. (asd)
