🏠 Beranda › Berita › Hormuz Memanas, Brent Tembus US$95
Oil
Hormuz Memanas, Brent Tembus US$95
Harga minyak mengalami kenaikan untuk sesi ketiga pada perdagangan
Rabu (02/09) akibat meningkatnya kekhawatiran kepada gangguan pasokan melalui
Selat Hormuz. Brent naik 1% berubah jadi US$95,60 per barel setelah melonjak 4,6%
pada Selasa, sementara WTI melonjak ke
pada Selasa, sementara WTI melonjak ke US$91,12 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan
serangan baru bagi target militer Iran. Presiden Donald Trump menyebut
operasi tersebut sebagai balasan atas upaya
operasi tersebut sebagai balasan atas upaya penebaran ranjau di Hormuz dan
serangan bagi pangkalan AS, serta memperingatkan adanya serangan lanjutan
apabila Teheran membalas.
Iran kemudian mengklaim telah menyerang Yordania,
Bahrain, dan Kuwait yang jatuh ke lokasi pangkalan militer AS. Garda Revolusi
Iran menyatakan pertempuran baru semakin memperketat akses Hormuz, jalur
strategis yang sebelum perang dilewati sekitar
strategis yang sebelum perang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dan gas
alam cair dunia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent membantah Iran
menguasai selat tersebut dengan menyebut sekitar
menguasai selat tersebut dengan menyebut sekitar 17 juta barel minyak berhasil
melewati Hormuz pada Senin. Kenaikan harga turut didukung laporan bahwa
persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pekan lalu, yang berpotensi
berubah jadi penurunan pertama dalam lima pekan.
Harga minyak masih berpeluang melanjutkan
kenaikan selama ancaman bagi pelayaran dan infrastruktur energi tetap
tinggi. Lonjakan minyak dapat memperbesar tekanan
tinggi. Lonjakan minyak dapat memperbesar tekanan inflasi, meningkatkan
ekspektasi kenaikan suku bunga, mendukung dolar AS, serta menekan bursa saham
dan emas melalui kenaikan imbal hasil obligasi.
