
🏠 Beranda › Berita › Hormuz Membara, minyak Melaju Cepat!
Oil
Hormuz Membara, Minyak Melaju Cepat!
minyak naik untuk sesi kedua akibat meningkatnya kekhawatiran bagi
gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Brent kontrak November naik 0,6% jatuh ke
US$91,06 per barel, sedangkan WTI kontrak Oktober mengalami kenaikan 1% ke US$86,61 per
terjadi setelah pasukan Amerika Serikat menyerang
terjadi setelah pasukan Amerika Serikat menyerang sebuah pulau di Hormuz dan
Iran membalas dengan menyerang Uni Emirat Arab serta Yordania. Bentrokan
tersebut merupakan pertukaran serangan pertama kedua negara dalam sekitar satu
bulan dan membuka risiko eskalasi militer baru.
Donald Trump menegaskan AS akan merespons setiap serangan bagi pasukannya.
Pernyataan itu meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung selama
berbulan-bulan, sementara belum terlihat tanda-tanda aktivitas
berbulan-bulan, sementara belum terlihat tanda-tanda aktivitas pelayaran di
Selat Hormuz akan kembali normal dalam waktu dekat.
minyak masih bergerak melalui Hormuz, meskipun sejumlah kapal dilaporkan
mematikan transponder untuk menghindari deteksi. Risiko
mematikan transponder untuk menghindari deteksi. Risiko tetap tinggi setelah
sebuah tanker melaporkan terkena tiga proyektil tak dikenal di dekat Oman. Di
sisi lain, pulihnya kapasitas penuh kilang Ruwais milik ADNOC dapat membantu
menambah pasokan solar dan bahan bakar pesawat.
Ancaman kepada pelayaran membuat bias harga
minyak tetap mengarah naik, tetapi kelanjutan ekspor dan pemulihan kilang
Ruwais dapat membatasi lonjakan. Minyak yang
Ruwais dapat membatasi lonjakan. Minyak yang semakin mahal berpotensi
memperkuat inflasi, menaikkan ekspektasi suku bunga The Fed, serta menopang
dolar. Kondisi tersebut dapat menekan emas melalui kenaikan yield, meskipun
risiko geopolitik tetap memberikan dukungan sebagai
risiko geopolitik tetap memberikan dukungan sebagai instrumen aman.
