Saturday, 7 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Melemah Pasca Data Angkat Dolar AS & Imbal Hasil

Emas Melemah Pasca Data Angkat Dolar AS & Imbal Hasil

Harga Emas melemah pada Kamis (14/8) karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan turunnya klaim pengangguran mendorong Penguatan Dolar dan imbal hasil Treasury, sehingga mengurangi peluang pemangkasan suku bunga besar pada September.
Harga Emas spot turun 0,1% ke US$3.352,65 per troy ons pada 09.15 waktu AS (13.15 GMT). Kontrak berjangka Emas AS pengiriman Desember turun 0,2% ke US$3.400,60.
Indeks Dolar (DXY) naik 0,2% dari level terendah lebih dari dua pekan, sehingga membuat Emas batangan kurang menarik bagi pembeli non-AS, sementara imbal hasil acuan Obligasi AS tenor 10 tahun naik tipis dari level terendah sepekan.
Data Harga grosir AS yang lebih kuat meredam spekulasi pemangkasan suku bunga setengah poin bulan depan. Para pelaku Pasar kini condong ke pemangkasan seperempat poin pada September dan satu kali lagi pada Oktober, sejalan dengan komentar Mary Daly dari The Fed bahwa pemangkasan sebesar itu tidak diperlukan.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan indeks Harga produsen (PPI) naik 3,3% (yoy) pada Juli, mengalahkan perkiraan 2,5%. Klaim pengangguran mingguan juga lebih rendah dari perkiraan, 224.000 dibanding 228.000.
“Emas turun karena PPI AS yang lebih kuat dari ekspektasi bisa menurunkan harapan pemangkasan suku bunga, sebab dapat mendorong Core PCE Juli lebih tinggi juga—kemungkinan membuat The Fed tetap berhati-hati,” kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank. “Secara keseluruhan, data ini tidak mengubah pandangan bullish kami terhadap Emas karena pada akhirnya The Fed harus memilih antara melawan inflasi atau mendukung ekonomi.”
Investor juga memantau risiko geopolitik. Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi berat” jika Presiden Rusia Vladimir Putin menolak proposal damai Ukraina pada KTT mendatang, sambil memberi isyarat pertemuan lanjutan dengan pemimpin Ukraina.
Di logam mulia lainnya, Perak spot turun 1% ke US$38,11 per troy ounce, platinum naik 1% ke US$1.352,60, dan palladium menguat 1,7% ke US$1.140,81.(yds)
Sumber: Reuters

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.