Harga Emas turun pada Kamis (14/8) karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan turunnya klaim pengangguran mendorong Penguatan Dolar serta imbal hasil Treasury, memangkas peluang pemangkasan suku bunga besar pada September.
Emas spot turun 0,5% ke US$3.337,21 per troy ounce pada 1:50 siang waktu AS (17:50 GMT). Kontrak berjangkaemas AS pengiriman Desember ditutup turun 0,7% di US$3.383,20.
Indeks Dolar naik 0,5% dari level terendah lebih dari dua minggu, membuat Emas kurang menarik bagi pembeli non-AS, sementara imbal hasil Obligasi AS tenor 10 tahun naik dari posisi terendah sepekan.
Sementara kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank “Emas turun karena data PPI AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga, sebab bisa mendorong Core PCE Juli lebih tinggi juga, sehingga The Fed kemungkinan tetap berhati-hati,”.
“Secara keseluruhan, data ini tidak mengubah pandangan bullish kami terhadap Emas karena pada akhirnya The Fed harus memilih antara melawan inflasi atau mendukung perekonomian.”
Para trader kini lebih condong pada pemangkasan 25 bps bulan depan dan satu kali lagi pada Oktober, sejalan dengan komentar Mary Daly dari The Fed yang menilai pemangkasan 50 bps pada September tidak diperlukan.
kata Kiril Kirilenko, analis logam mulia senior di CRU “Kami tidak melihat reli Emas berhenti—ini hanya konsolidasi, dengan kubu bullish menunggu katalis baru. Pemangkasan suku bunga akan menjadi pemicu untuk menyalakan kembali reli,”. Ia menambahkan, Emas kemungkinan menguji ulang rekor US$3.500 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Untuk pergerakan logam mulia lainnya, Perak spot turun 1,3% ke US$37,97 per troy ounce, platinum naik 1,1% ke US$1.354,33, dan palladium menguat 2% ke US$1.144,50.(yds)
Sumber: Reuters
