Emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Tekan Dolar!

🏠 Beranda › Berita › emas Tembus US$4.000, Hasil Pemilu AS Te…
Gold
- ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald
- membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump
- Perubahan ekspektasi ini mendorong pembelian obligasi pemerintah AS, sehingga
- bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendekati 80%
- juta pada Agustus
- melancarkan serangan baru kepada Iran, meskipun ketegangan militer dan
- sanksi dan berakhirnya blokade AS
- Change dan ISM Services PMI sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat
- jual sepanjang Oktober
- data tenaga kerja AS menyiratkan perlambatan, momentum penguatan berpotensi
- demikian, arah koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada respons
Harga emas dunia melonjak tajam
pada perdagangan Rabu (4/11/2026), berhasil menembus level psikologis US$4.000
per troy ounce setelah mendapat dukungan dari pelemahan dolar Amerika Serikat
(AS). Emas spot terekam naik sekitar 2,2% ke level US$4.016,01 per troy
ounce. Kenaikan ini dipicu perubahan kondisi pasar investor setelah hasil pemilu
sela AS menjelaskan kemenangan penting Partai Demokrat, yang meningkatkan
ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald
ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald
Trump. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik
emas sebagai aset aman.
Hasil pemilu sela AS menjadi
pendorong utama perubahan psikologi pasar peringkat setelah Partai Demokrat berhasil
memperoleh mayoritas di kedua kamar Kongres. Kondisi tersebut berpotensi
membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump
membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan
belanja pemerintah. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan perlambatan
stimulus fiskal yang dapat mengurangi tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Perubahan ekspektasi ini mendorong pembelian obligasi pemerintah AS, sehingga
Perubahan ekspektasi ini mendorong pembelian obligasi pemerintah AS, sehingga
imbal hasil Treasury turun dan memberikan tekanan kepada dolar. Pelemahan
dolar membuat emas merupakan lebih menarik bagi investor internasional.
Meski mengalami penguatan,
kenaikan emas masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter
Federal Reserve (The Fed) yang cenderung ketat. Berdasarkan CME FedWatch Tool,
bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendekati 80%
bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendekati 80%.
Ekspektasi tersebut diperkuat oleh laporan JOLTS yang memaparkan jumlah
lowongan pekerjaan AS meningkat merupakan 7,523 juta pada September, dari 7,190
juta pada Agustus
juta pada Agustus. Data tersebut mencerminkan permintaan tenaga kerja yang
masih kuat, sehingga memberikan alasan bagi The Fed untuk mempertahankan
kebijakan moneter ketat guna mengendalikan inflasi.
Di sisi lain, perkembangan
geopolitik Timur Tengah masih merupakan perhatian investor. Presiden AS Donald
Trump menyatakan bahwa Washington tidak memiliki rencana segera untuk
melancarkan serangan baru kepada Iran, meskipun ketegangan militer dan
melancarkan serangan baru kepada Iran, meskipun ketegangan militer dan
perbedaan pandangan dalam perundingan damai belum sepenuhnya mereda. Iran juga
menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada pencabutan
sanksi dan berakhirnya blokade AS
sanksi dan berakhirnya blokade AS. Ketidakpastian tersebut menjaga permintaan
kepada komoditi aman, sementara risiko gangguan pasokan energi tetap berpotensi
memengaruhi inflasi mancanegara. Investor kini menantikan laporan ADP Employment
Change dan ISM Services PMI sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat
Change dan ISM Services PMI sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat.
Newsmaker mencatat, keberhasilan emas menembus
US$4.000 merupakan perkembangan penting setelah logam mulia mengalami tekanan
jual sepanjang Oktober
jual sepanjang Oktober. Pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi AS
membuka peluang pemulihan lebih lanjut, tetapi keberlanjutan kenaikan masih
membutuhkan dukungan fundamental. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.000 dan
data tenaga kerja AS menyiratkan perlambatan, momentum penguatan berpotensi
data tenaga kerja AS menyiratkan perlambatan, momentum penguatan berpotensi
berlanjut. Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali melampaui ekspektasi dan memperkuat
peluang kenaikan suku bunga The Fed, emas berisiko mengalami koreksi. Dengan
demikian, arah koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada respons
demikian, arah koreksi emas berikutnya akan sangat bergantung pada respons
market kepada hasil pemilu AS, perkembangan geopolitik, dan data
ketenagakerjaan menjelang keputusan suku bunga Desember.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
