Wednesday, 4 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Dunia Anjlok 7%, Ditengah Harapan Damai AS-Iran

Minyak Dunia Anjlok 7%, Ditengah Harapan Damai AS-Iran
Minyak Dunia Anjlok 7%, Ditengah Harapan Damai AS-Iran

🏠 Beranda › Berita › Minyak Dunia Anjlok 7%, Ditengah Harapan…

Oil

📅 2026-11-03   🕐 03:40   ⏱️ 3 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

====================================================================================

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 7% pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah pembicaraan antara pejabat Iran dan Qatar meningkatkan harapan kepada kemungkinan berakhirnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Perkembangan diplomatik tersebut memunculkan optimisme bahwa stabilitas pasokan minyak Timur Tengah dapat kembali pulih, sehingga mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko gangguan distribusi energi dunia.

Kontrak minyak mentah Brent merosot US$8,66 atau 7,63% dan ditutup pada US$104,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun US$7,66 atau 7,36% merupakan US$96,46 per barel. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik yang di awal menopang kenaikan harga minyak akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam perdagangan yang berlangsung bergerak volatil

Dalam perdagangan yang berlangsung bergerak volatil, Brent sempat menyentuh level terendah harian US$103,28 per barel, sementara WTI turun hingga US$95,15 per barel. Tekanan jual meningkat setelah muncul sinyal bahwa Iran mulai membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, sehingga pelaku market kembali mempertimbangkan prospek pemulihan pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah memberikan kewenangan tertentu kepada pemerintah untuk menjalankan pembicaraan perdamaian. Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran akan berupaya menyelesaikan permasalahan melalui dialog, meskipun belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ruang lingkup maupun persyaratan perundingan tersebut.

Sementara itu, tim perunding Iran telah mengadakan pembicaraan selama beberapa hari dengan mediator Qatar dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Keterlibatan Qatar sebagai pihak penengah merupakan perhatian market karena dinilai dapat membuka kembali komunikasi diplomatik dan mengurangi risiko eskalasi militer yang lebih luas.

Di awal, harga Brent menutup perdagangan Oktober pada level tertinggi dalam enam bulan terakhir, didorong kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat kembali meningkat setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026). Ancaman operasi militer lanjutan dan potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah mempertahankan tekanan kenaikan harga energi sepanjang bulan sebelumnya.

Dari Washington, Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa Iran menyiratkan keinginan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang. Trump juga menyampaikan bahwa kesepakatan perdamaian berpotensi tercapai, meskipun belum terdapat kepastian mengenai waktu pelaksanaan maupun rincian persyaratan yang akan disepakati kedua pihak.

Pada Senin malam, mediator Qatar kembali melakukan perjalanan ke Teheran untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus melanjutkan upaya diplomasi yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Namun, hasil konkret dari pembicaraan tersebut masih dinantikan oleh pelaku peringkat.

Analis Raymond James

Analis Raymond James, Pavel Molchanov, menilai indikasi kemajuan perundingan AS-Iran merupakan salah satu faktor utama yang mendorong penurunan harga minyak. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa investor perlu tetap berhati-hati karena berbagai upaya diplomasi sejak awal sempat menimbulkan optimisme tanpa menghasilkan penyelesaian yang berkelanjutan. Dengan kondisi tersebut, ayunan minyak masih berpotensi mengalami volatilitas tinggi sampai terdapat kemajuan nyata menuju kesepakatan damai dan normalisasi pasokan energi Timur Tengah.

Penurunan harga minyak lebih dari 7% memaparkan bahwa harapan perdamaian AS-Iran mulai mengurangi kekhawatiran bursa kepada gangguan pasokan energi dunia. Investor merespons positif peluang diplomasi karena normalisasi hubungan kedua negara berpotensi memperlancar distribusi minyak dari Timur Tengah.

Meski demikian, pembicaraan yang sedang berlangsung belum menjamin tercapainya kesepakatan. Risiko geopolitik masih dapat kembali mendorong harga minyak apabila negosiasi mengalami kebuntuan atau ketegangan militer meningkat.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.