Emas Melonjak, Ditopang Anjloknya Harga Minyak

🏠 Beranda › Berita › emas Melonjak, Ditopang Anjloknya Harga …
Gold
Harga emas dunia mencatatkan pemulihan tajam pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah sejak lama terpuruk ke level terendah dalam satu tahun terakhir.
Emas spot (XAU/USD) melonjak 2,1% merupakan US$3.954,41 per troy ounce, setelah anjlok sekitar 3,6% pada perdagangan Jumat. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,8% menjadi US$3.969,60 per troy ounce. Penguatan tersebut didorong penurunan harga minyak dunia sekitar 8% menyusul berlangsungnya pembicaraan diplomatik antara Iran dan Qatar selama tiga hari berturut-turut untuk mencari penyelesaian konflik Timur Tengah. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi mancanegara, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk memulihkan sebagian kerugiannya.
Dari sisi fundamental, meredanya tekanan harga minyak turut mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve harus kembali memperketat kebijakan moneter secara agresif. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan peringkat, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember turun merupakan sekitar 77%, dibandingkan 80% pada pekan sejak lama. Meski demikian, ekspektasi pengetatan moneter masih cukup kuat dan berpotensi membatasi penguatan emas. Analis Zaner Metals, Peter Grant, menilai pelemahan minyak telah memberikan kelegaan bagi pasar karena mengurangi risiko inflasi, sementara gerakan dolar AS juga memberikan sedikit dukungan kepada logam mulia. Pemulihan emas terjadi setelah aksi jual besar-besaran saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) pada pekan sebelumnya memicu kebutuhan likuiditas serta penjualan paksa sejumlah instrumen, termasuk emas.
Secara teknikal
Secara teknikal, pemulihan emas mulai menyiratkan tanda meredanya tekanan jual setelah indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 hari meningkat ke sekitar 37 dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Koreksi tersebut mengindikasikan bahwa emas telah keluar dari wilayah jenuh jual (oversold), meskipun belum cukup untuk memastikan pembalikan tren merupakan bullish. Penguatan juga terjadi pada perak yang melonjak 3,1% menjadi US$50,64 per ounce dan platinum yang naik 1,3% menjadi US$1.449,25, sementara paladium masih mengalami penurunan 1,1% menjadi US$966,08. Investor kini mengalihkan perhatian pada pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November untuk menilai kemungkinan dampaknya kepada kebijakan fiskal, perkembangan geopolitik, dan psikologi pasar bursa. Dengan ketidakpastian kebijakan moneter yang masih tinggi, keberlanjutan pemulihan emas akan bergantung pada stabilitas harga energi, arah dolar AS, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed.
Pemulihan emas lebih dari 2% menyiratkan bahwa penurunan harga minyak mulai memberikan ruang bagi logam mulia untuk bangkit setelah tekanan jual tajam. Meredanya kekhawatiran inflasi energi dan berkurangnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed merupakan dua faktor utama yang mendukung penguatan.
Namun, rebound tersebut belum sepenuhnya mengubah kecenderungan bearish karena bursa masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sebesar 77%.
Dampak terhadap market:
Emas (XAU/USD): Berpotensi melanjutkan pemulihan menuju area psikologis US$4.000 jika harga minyak tetap merosot dan dolar AS tidak kembali mengalami kenaikan.
Dolar AS (DXY): Berisiko menghadapi tekanan apabila penurunan harga energi memperlemah ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed.
Minyak (Brent/WTI): Kemajuan diplomasi Iran dapat menekan premi risiko geopolitik dan membuka peluang penurunan harga lanjutan.
Perak (XAG/USD): Penguatan dapat berlanjut jika kondisi pasar logam mulia membaik, meskipun risiko volatilitas masih tinggi.
Pandangan Newsmaker: Pemulihan emas sekarang masih lebih mencerminkan rebound teknikal setelah kondisi jenuh jual daripada perubahan tren jangka menengah yang telah terkonfirmasi. Keberhasilan emas menembus dan bertahan di atas US$4.000 akan merupakan salah satu sinyal penting untuk menilai kekuatan pemulihan berikutnya.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
