Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

🏠 Beranda › Berita › Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan…
Oil
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mencapai level penutupan tertinggi sejak akhir April setelah meningkatnya kekhawatiran kepada potensi eskalasi konflik Iran seusai pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November. Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember mengalami kenaikan 2,4% atau US$2,76 dan ditutup pada US$117,64 per barel, setelah sempat menyentuh US$118. Sementara itu, kontrak Brent Januari naik merupakan US$113,43 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,08% ke US$104,12 per barel. Sepanjang Oktober, Brent mencatat kenaikan sebesar 13,6%, sementara WTI melesat 15,2%, mencerminkan kuatnya kekhawatiran market terhadap keamanan pasokan energi internasional.
Ketegangan market semakin meningkat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan merupakan sasaran serangan menggunakan bahan peledak yang ditempelkan melalui perahu kecil di Selat Hormuz. Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan insiden tersebut pada Jumat, meskipun pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan. Sumber industri pelayaran menyebut peristiwa ini sebagai serangan pertama yang diketahui berhasil menggunakan ranjau tempel kepada kapal di jalur tersebut sejak konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada Februari. Insiden tersebut kembali menyoroti kerentanan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.
Pelaku market kini semakin mencermati kemungkinan peningkatan operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya kepada Iran setelah pemilu paruh waktu, yang berpotensi memperburuk gangguan pengiriman energi Timur Tengah. Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, menilai perhatian investor akan tetap tertuju pada kelancaran arus minyak dari kawasan tersebut serta risiko eskalasi militer lebih lanjut. Ketidakpastian keamanan jalur pelayaran dan potensi gangguan pasokan ditaksir masih mempertahankan premi risiko geopolitik pada harga minyak. Meski demikian, arah gerakan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan konflik, aktivitas ekspor minyak, serta langkah diplomasi yang dapat meredakan ketegangan kawasan.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
