Saturday, 31 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Menuju Kenaikan Bulanan, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

Minyak Menuju Kenaikan Bulanan, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas
Minyak Menuju Kenaikan Bulanan, Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

🏠 Beranda › Berita › Minyak Menuju Kenaikan Bulanan, Selat Ho…

Oil

📅 2026-10-30   🕐 19:59   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali

melonjak pada perdagangan Jumat (30/10/2026) dan berada di jalur kenaikan

bulanan keempat berturut-turut. Penguatan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran

kepada potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah pemilihan

paruh waktu AS. Serangan kepada sebuah kapal tanker di Selat Hormuz semakin

memperbesar kekhawatiran market mengenai gangguan pasokan energi internasional,

mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan minyak

mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan minyak

terpenting di dunia.

Harga minyak mentah Brent

berjangka untuk pengiriman Desember naik US$2,74 atau 2,4% merupakan US$117,62

berjangka untuk pengiriman Desember naik US$2,74 atau 2,4% merupakan US$117,62

per barel pada pukul 10.45 GMT. Sementara itu, kontrak Januari yang lebih aktif

diperdagangkan melonjak US$2,78 merupakan US$113,58 per barel. Minyak mentah West

Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turut meningkat US$2,18 atau 2,1%

Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turut meningkat US$2,18 atau 2,1%

merupakan US$104,18 per barel. Sepanjang Oktober, Brent kemungkinan mencatatkan

kenaikan hampir 14%, sedangkan WTI berpotensi naik sekitar 15%.

Kepala Strategi komoditas Saxo

Bank, Ole Hansen, mengungkapkan bahwa market minyak semakin diliputi

kekhawatiran menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Sejumlah investor

dan analis memperkirakan adanya kemungkinan dimulainya kembali serangan militer

dan analis memperkirakan adanya kemungkinan dimulainya kembali serangan militer

AS kepada Iran setelah pemilihan berlangsung. Ketidakpastian tersebut

mendorong pelaku market memperhitungkan risiko gangguan produksi dan distribusi

minyak, terutama apabila ketegangan militer kembali meningkat di kawasan Timur

minyak, terutama apabila ketegangan militer kembali meningkat di kawasan Timur

Kekhawatiran market semakin besar

setelah United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan bahwa

sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena serangan menggunakan alat peledak

sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena serangan menggunakan alat peledak

yang dipasang melalui perahu kecil pada Jumat. Hingga laporan tersebut

disampaikan, pihak yang bertanggung jawab atas serangan belum dapat dipastikan.

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan Selat Hormuz sebagai jalur utama

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan Selat Hormuz sebagai jalur utama

pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari negara-negara Teluk menuju market

internasional.

Kepala Riset Energi MST Marquee,

Saul Kavonic, menilai berlanjutnya aksi militer di sekitar Selat Hormuz,

disertai keraguan kepada peluang penyelesaian konflik melalui jalur

diplomasi, merupakan faktor utama yang mempertahankan harga minyak pada level tinggi.

Investor semakin mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik dalam beberapa

pekan mendatang. Situasi tersebut membuat premi risiko geopolitik tetap melekat

pada harga minyak, meskipun tingkat gangguan pasokan aktual masih bergantung

pada harga minyak, meskipun tingkat gangguan pasokan aktual masih bergantung

pada perkembangan keamanan kawasan.

Ke depan, gerakan harga minyak

diestimasi tetap dipengaruhi oleh perkembangan hubungan AS-Iran, keamanan

diestimasi tetap dipengaruhi oleh perkembangan hubungan AS-Iran, keamanan

pelayaran di Selat Hormuz, serta peluang tercapainya kesepakatan diplomatik.

Apabila ketegangan meningkat dan menghambat distribusi energi, harga minyak

berpotensi melanjutkan penguatan akibat kekhawatiran pengetatan pasokan internasional.

Sebaliknya, meredanya konflik dan pulihnya keamanan jalur perdagangan dapat

mengurangi premi risiko geopolitik. Kondisi ini membuat pelaku bursa terus

mencermati setiap perkembangan di Timur Tengah menjelang penutupan perdagangan

mencermati setiap perkembangan di Timur Tengah menjelang penutupan perdagangan

Oktober.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.