Wednesday, 28 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Harga Minyak Turun Hampir 2%, tapi Masih di Atas US$ 110 per Barel

Harga Minyak Turun Hampir 2%, tapi Masih di Atas US$ 110 per Barel
Harga Minyak Turun Hampir 2%, tapi Masih di Atas US$ 110 per Barel

🏠 Beranda › Berita › Harga Minyak Turun Hampir 2%, tapi Masih…

📅 2026-10-28   🕐 09:02   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Detik Finance💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia ditutup turun hampir 2% pada perdagangan Selasa (27/10). Hal itu sejalan pelaku bursa memantau hasil Pemilu Israel yang berlangsung ketat dan turut menentukan arah perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Dilansir dari Reuters, Rabu (28/10/2026), harga minyak mentah Brent ditutup turun US$ 1,93 atau 1,67% merupakan US$ 113,88 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup turun US$ 1,86 atau 1,83% menjadi US$ 99,90 per barel.

Sejak awal Kepala Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei bertemu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei pada Selasa (27/10), sehari setelah melakukan pembicaraan dengan perwakilan dari Arab Saudi, Turki dan Pakistan.

Media pemerintah Iran menyebut Khamenei menekankan pentingnya memperjuangkan kepentingan Iran, serta mempertahankan syarat-syarat yang ditetapkan Iran untuk mengakhiri konflik. Keempat negara tersebut sepakat melanjutkan pembicaraan dengan tujuan memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan.

Prospek perdamaian masih belum pasti sejalan kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran kembali melancarkan serangan kepada Arab Saudi. Kelompok Houthi menyatakan telah menyerang kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi, sebuah kilang terbesar di kerajaan tersebut dengan menggunakan rudal balistik.

"Serangan berkelanjutan oleh kelompok Houthi kepada Arab Saudi dan meningkatnya kehadiran militer di kawasan Teluk terus mempertahankan risiko pasokan, meskipun perkembangan di jalur diplomatik telah mendorong berkurangnya premi harga yang sempat terbentuk belakangan ini," tulis analis dari Gelber & Associates dalam sebuah catatan.

Kata data yang dihimpun Washington Institute for Near East Policy

Kata data yang dihimpun Washington Institute for Near East Policy, sejak 2017 terekam jumlah serangan tertinggi kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Lalu lintas melalui Selat Hormuz memang meningkat, namun jumlah serangan terhadap kapal juga turut bertambah.

Risiko itu ditaksir akan merupakan semakin serius jika dukungan angkatan laut AS mengalami penurunan. UBS memperkirakan harga minyak Brent akan tetap tinggi di kisaran US$ 110 per barel hingga akhir tahun, lebih tinggi dari perkiraan sejak lama yang mematok harga di level US$ 100 per barel pada akhir tahun.

"Sekarang terdapat premi risiko yang signifikan dalam harga minyak mentah, yang mencerminkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari AS/Israel kepada Iran dalam beberapa minggu mendatang," ujar analis SEB, Bjarne Schieldrop.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Detik Finance . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.