Emas Bertahan, The Fed Jadi Penentu

🏠 Beranda › Berita › emas Bertahan, The Fed Jadi Penentu
Gold
Harga emas dunia bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Rabu(28/10), iring-iringan masuknya aksi beli saat harga turun menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot bergerak di sekitar US$4.060,73 per troy ounce setelah mencatat kenaikan sekitar 1,1% pada sesi sejak awal.
Pemulihan emas didukung oleh masuknya pembeli fisik dan investor yang memanfaatkan koreksi harga dalam beberapa hari terakhir. Aksi tersebut membantu menahan tekanan setelah emas sempat jatuh di bawah US$4.000 dan menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli.
Permintaan dari Tiongkok turut memberikan dukungan. Minat rumah tangga kepada emas meningkat dalam dua bulan terakhir sejalan harga yang lebih rendah dan berkurangnya daya tarik bursa saham domestik. Kondisi tersebut membantu memperkuat permintaan fisik ketika volatilitas pasar dunia masih tinggi.
Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve
Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve. The Fed ditaksir mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, kondisi yang secara umum mendukung emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, bursa masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, sehingga arah kebijakan berikutnya tetap merupakan perhatian.
Selain The Fed, ayunan emas juga dipengaruhi harga minyak yang relatif stabil, perkembangan pemilu Israel, serta membaiknya suasana pasar kepada saham teknologi dan kecerdasan buatan. Jika The Fed memberikan sinyal yang lebih dovish, emas berpeluang mempertahankan penguatan. Sebaliknya, nada hawkish dapat kembali mengangkat dolar AS dan menekan harga emas.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
