Minyak Tertahan, Risiko Timur Tengah Membayangi

🏠 Beranda › Berita › Minyak Tertahan, Risiko Timur Tengah Mem…
Oil
- Intermediate (WTI) berada di sekitar US$100 per barel
- persaingan ketat antara blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot dan blok
- masih berlangsung
- Timur Tengah terus berlangsung setelah pejabat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki
- minyak, setelah Brent melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun akibat gangguan
- tindakan hukum kepada kapal-kapal Sinokor terkait dugaan pelanggaran di
- Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun sekitar 2 juta
- risiko Timur Tengah, dan kebijakan The Fed ditaksir tetap merupakan penggerak
Harga minyak dunia bergerak
stabil pada perdagangan Rabu(28/10) setelah terkoreksi selama dua sesi
di awal. Brent diperdagangkan di atas US$114 per barel, sementara West Texas
Intermediate (WTI) berada di sekitar US$100 per barel
Intermediate (WTI) berada di sekitar US$100 per barel, bersamaan investor mencermati
hasil pemilu Israel yang berpotensi memengaruhi arah konflik dengan Iran.
Hasil sementara menunjukkan
persaingan ketat antara blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot dan blok
persaingan ketat antara blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot dan blok
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keduanya belum memperoleh mayoritas yang
dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan, sementara proses penghitungan suara
masih berlangsung
masih berlangsung. Ketidakpastian politik tersebut membuat peringkat tetap
berhati-hati kepada kemungkinan perubahan arah kebijakan Israel terhadap
Di sisi lain, upaya diplomasi di
Timur Tengah terus berlangsung setelah pejabat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki
Timur Tengah terus berlangsung setelah pejabat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki
melakukan pembicaraan di Teheran. Namun, Iran tetap mempertahankan sejumlah
syarat untuk mengakhiri konflik. Ketidakpastian ini menjaga premi risiko pada
minyak, setelah Brent melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun akibat gangguan
minyak, setelah Brent melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun akibat gangguan
pasokan dan jalur energi.
Risiko terhadap pasokan masih
tinggi setelah infrastruktur energi Arab Saudi kembali merupakan sasaran serangan
Houthi. Kebakaran dilaporkan terjadi di dekat terminal ekspor Ras Tanura, meski
telah berhasil dikendalikan. Sementara itu, Iran juga mengancam mengambil
tindakan hukum kepada kapal-kapal Sinokor terkait dugaan pelanggaran di
tindakan hukum kepada kapal-kapal Sinokor terkait dugaan pelanggaran di
kawasan Selat Hormuz.
Dari sisi pasokan AS, American
Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun sekitar 2 juta
Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun sekitar 2 juta
barel pada pekan lalu. Investor kini menunggu data resmi persediaan serta
keputusan suku bunga Federal Reserve. Kombinasi ketidakpastian politik Israel,
risiko Timur Tengah, dan kebijakan The Fed ditaksir tetap merupakan penggerak
risiko Timur Tengah, dan kebijakan The Fed ditaksir tetap merupakan penggerak
utama harga minyak dalam jangka pendek.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
