🏠 Beranda › Berita › emas Gagal Rebound, Yield Kembali Meneka…

Gold

Emas Gagal Rebound, Yield Kembali Menekan

📅 2026-10-03   🕐 03:43   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali turun pada perdagangan Jumat (2/10) setelah sempat melonjak menyusul rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Spot gold turun 0,8% ke US$4.145,78 per troy ounce, sementara emas berjangka naik 0,3% ke US$4.174,59. Secara mingguan, spot gold mencatat penurunan sekitar 3,3%, menjelaskan tekanan dari bursa obligasi dan dolar masih dominan.

Laporan ketenagakerjaan AS menyiratkan NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi sekitar 89.000. Pertumbuhan payrolls Juli dan Agustus juga direvisi turun secara total 60.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran meningkat merupakan 4,2% dari 4,1%. Data tersebut menjadi sinyal bahwa bursa tenaga kerja mulai kehilangan momentum dan secara teori memberikan dukungan bagi emas melalui berkurangnya tekanan kepada The Fed.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang langsung turun setelah NFP dirilis. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan 25 basis poin kini berada di sekitar 23%, sementara peluang The Fed mempertahankan suku bunga meningkat merupakan sekitar 77%. Namun, inflasi AS masih menjadi persoalan karena headline PCE berada di 3,4%, jauh di atas target 2%. Kondisi ini membuat peringkat belum sepenuhnya menghapus risiko pengetatan kebijakan.

Faktor yang kemudian kembali menekan emas adalah market obligasi AS

Faktor yang kemudian kembali menekan emas adalah market obligasi AS. Setelah sempat mereda pascarilis NFP, aksi jual Treasury kembali berlangsung, terutama pada tenor panjang. Yield Treasury 10 tahun dan 30 tahun bahkan mencatat kenaikan mingguan, sementara kekhawatiran kepada inflasi energi, kebutuhan pembiayaan infrastruktur AI, dan meningkatnya utang fiskal AS menjaga tekanan pada pasar obligasi. Yield yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

NFP yang lemah memang mengubah ekspektasi suku bunga merupakan lebih dovish, tetapi efek positif tersebut belum cukup untuk mengangkat emas secara berkelanjutan. Selama yield Treasury jangka panjang dan dolar masih kuat, gold berpotensi tetap menghadapi tekanan meskipun peluang rate hike Oktober semakin kecil. Fokus berikutnya akan tertuju pada CPI, PPI, dan FOMC Minutes untuk melihat apakah pelemahan peringkat tenaga kerja benar-benar mampu mengubah arah kebijakan The Fed.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF