🏠 Beranda › Berita › NFP 29K Tak Cukup Angkat Gold

Gold

NFP 29K Tak Cukup Angkat Gold

📅 2026-10-02   🕐 23:16   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas berbalik mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (2/10) setelah sempat melonjak lebih dari 1% menyusul rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Spot gold kemudian kembali turun sekitar 1% dan berada di kisaran US$4.145 per troy ounce, menghapus sebagian besar kenaikan pascarilis data. Secara mingguan, emas masih berada di jalur penurunan sekitar 3,3%.

NFP September hanya bertambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi sekitar 90.000, sementara tingkat pengangguran naik merupakan 4,2%. Pertumbuhan upah juga hanya mencapai 0,1% secara bulanan dan 3,0% secara tahunan. Data tersebut sempat memicu aksi beli emas karena market memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Namun, respons positif tersebut tidak bertahan lama. Dolar dan imbal hasil Treasury yang masih tinggi kembali merupakan penghambat utama emas. Sejak awal, yield Treasury 10 tahun dan 30 tahun telah mencapai level tertinggi sejak 2002. Walaupun yield kemudian turun setelah NFP, levelnya masih cukup tinggi untuk menjaga opportunity cost memegang komoditi yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Dari sisi kebijakan moneter

Dari sisi kebijakan moneter, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober memang turun tajam setelah data tenaga kerja keluar. Namun, peringkat belum sepenuhnya menghapus kemungkinan pengetatan berikutnya. Selain itu, inflasi AS masih berada di atas target 2%, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal II direvisi naik merupakan 2,2%. Artinya, NFP yang lemah belum otomatis mengubah keseluruhan stance kebijakan The Fed.

Ayunan emas malam ini menjelaskan bahwa data NFP yang lemah belum cukup untuk membentuk tren bullish baru. Peringkat memangkas ekspektasi rate hike dan secara fundamental kondisi tersebut positif bagi gold, tetapi yield Treasury dan dolar yang masih relatif kuat membuat investor belum agresif mengejar kenaikan emas. Jika yield terus turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin berkurang, emas berpotensi mendapatkan momentum kembali. Sebaliknya, jika yield kembali naik, penurunan emas dapat berlanjut meskipun pasar tenaga kerja AS sedang mengalami penurunan.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF