🏠 Beranda › Berita › Cadangan Energi G7 Digelontorkan, Minyak…

Oil

Cadangan Energi G7 Digelontorkan, Minyak Terkoreksi

📅 2026-10-03   🕐 03:59   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak bergerak merosot pada perdagangan Jumat (2/10)  setelah negara-negara G7 mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak mentah dan diesel untuk meredam lonjakan harga energi. Brent ditutup turun tipis merupakan US$102,25 per barel, sementara WTI melemah US$1,76 menjadi US$91,11 per barel. Langkah tersebut menjadi respons kepada kekhawatiran kekurangan pasokan bahan bakar akibat konflik geopolitik dan gangguan distribusi energi internasional.

G7 berencana menggelontorkan sekitar 100 juta barel cadangan selama empat bulan ke depan, dengan pelepasan diesel dalam jumlah besar dilakukan pada 20 hari pertama. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan jangka pendek dan mengurangi tekanan pada peringkat produk olahan, terutama diesel yang mengalami lonjakan harga akibat gangguan pasokan dari sejumlah wilayah.

Namun, tekanan kepada harga minyak masih dibatasi oleh risiko geopolitik di Timur Tengah. Arab Saudi dilaporkan tengah mempersiapkan operasi terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman, sementara Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan dengan mengirim kelompok kapal induk tambahan. Ketidakpastian di sekitar jalur pelayaran Laut Merah dan Selat Hormuz tetap merupakan faktor risiko bagi pasokan minyak mancanegara.

Amerika Serikat juga masih mempertimbangkan kebijakan terkait ekspor diesel

Amerika Serikat juga masih mempertimbangkan kebijakan terkait ekspor diesel. Pemerintah sejak lama mendorong negara-negara Eropa untuk melepas cadangan bahan bakar guna mengatasi kekurangan pasokan dunia. Kondisi ini merupakan penting bagi Eropa karena sekitar separuh impor diesel Uni Eropa pada Agustus berasal dari AS, sehingga pembatasan ekspor Amerika berpotensi memperketat market bahan bakar Eropa.

Pelepasan cadangan G7 memberikan tekanan jangka pendek kepada harga minyak karena meningkatkan ekspektasi pasokan, tetapi belum menghilangkan risiko geopolitik yang merupakan penggerak utama bursa. Jika distribusi energi membaik, tekanan terhadap inflasi internasional dapat berkurang dan memberi ruang bagi bank sentral untuk lebih berhati-hati dalam kebijakan suku bunga. Sebaliknya, eskalasi konflik atau gangguan jalur perdagangan dapat kembali mendorong harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF