Saudi Terganggu, Rusia-Ukraina Justru Redam Reli Minyak

🏠 Beranda Berita Saudi Terganggu, Rusia-Ukraina Justru Re…

Saudi Terganggu, Rusia-Ukraina Justru Redam Reli Minyak

📅 2026-09-16   🕐   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak bergerak tidak stabil pada perdagangan Selasa (15/9) karena investor menimbang risiko pasokan dari Timur Tengah dan Rusia. Brent untuk pengiriman November naik sekitar 0,3% ke US$105,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) untuk Oktober mengalami kenaikan 1% ke US$102,37 per barel.

Di Timur Tengah, peringkat masih mencermati pipa East-West Arab Saudi yang belum kembali beroperasi setelah ditutup akibat serangan. Jalur tersebut merupakan alternatif penting sejak konflik Iran mengganggu pengiriman melalui Teluk Persia. Arab Saudi kini disebut berupaya meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz untuk mengimbangi gangguan pada pipa tersebut.

Namun, kenaikan minyak tertahan oleh harapan adanya deeskalasi dalam konflik Rusia-Ukraina. Setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan gencatan serangan kepada infrastruktur energi, Turki meningkatkan upaya mediasi antara Moskow dan Kyiv. Ukraina menyatakan siap menerima kesepakatan jika Rusia melakukan hal yang sama, sementara Kremlin menyebut gagasan tersebut sebagai langkah yang baik.

Meski demikian, serangan kepada infrastruktur energi masih berlanjut

Meski demikian, serangan kepada infrastruktur energi masih berlanjut. Ukraina menuturkan telah menyerang kilang Syzran di wilayah Volga Rusia. Kondisi ini membuat market tetap memperhitungkan risiko gangguan pasokan meskipun peluang diplomasi mulai muncul.

Indikator market juga masih memaparkan kondisi pasokan yang ketat. Spread kontrak terdekat Brent berada sekitar US$4,80 per barel dalam kondisi backwardation, meningkat tajam dari kurang dari US$2 sebulan lalu. Pola tersebut biasanya menunjukkan kuatnya permintaan kepada pasokan jangka pendek.

Analisa Newsmaker: fundamental minyak masih cenderung bullish karena gangguan nyata pada infrastruktur dan pasokan belum sepenuhnya pulih. Namun, potensi kesepakatan Rusia-Ukraina merupakan faktor yang dapat mengurangi premi risiko. Selama pipa Saudi masih terganggu dan serangan kepada infrastruktur energi terus terjadi, Brent berpotensi tetap bertahan di level tinggi. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF