
🏠 Beranda › Berita › Perak Coba Pulih Setelah Tekanan Tajam
Perak Coba Pulih Setelah Tekanan Tajam
Harga perak melonjak pada perdagangan Jumat (11/9), mencoba pulih setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. XAG/USD diperdagangkan sekitar US$64,04 per troy ounce, naik 0,72% dibandingkan posisi Kamis di US$63,58.
Kenaikan tersebut menjelaskan adanya upaya rebound setelah harga perak sejak lama mengalami aksi jual tajam. Namun, pemulihan masih terbatas karena market tetap mencermati koreksi dolar AS, yield Treasury, dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Secara year-to-date, harga perak masih mencapai turun sekitar 9,91%. Kondisi tersebut menyiratkan bahwa tekanan dari tingginya biaya pendanaan dan yield obligasi masih merupakan hambatan utama bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Analisa Newsmaker: kenaikan Silver ke atas US$64 memberikan sinyal pemulihan jangka pendek, tetapi belum cukup untuk mengubah tren yang masih tertekan. Arah berikutnya akan sangat dipengaruhi data inflasi AS; CPI yang lebih lunak dapat menekan dolar dan yield sehingga mendukung Silver, sedangkan inflasi yang lebih panas berpotensi kembali meningkatkan tekanan jual. (arl)
